“Poros” Pameran Virtual ke-3 yang Digelar Galnas

Jakarta,Gpriority-Pandemi Covid-19 tidak lantas membuat gelaran karya seni seperti pameran lukisan mati suri. Untuk itu dibutuhkan inovasi agar gelaran karya seni tetap berjalan. Salah satu inovasi yang diterapkan oleh Galeri Nasional Indonesia (Galnas) adalah menggelar karya seni secara virtual.

Gelaran virtual sendiri terbukti sukses di tahun 2020. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah pengunjung yang hadir untuk mengikuti pameran yang digelar Galnas secara virtual.

Menyikapi kesuksesan di tahun 2020, Galnas  di pertengah tahun 2021 kembali menggelar pameran secara virtual. Pameran virtual sendiri kembali diadakan untuk menyikapi ditutupnya tempat wisata oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akibat penerapan PPKM Level 4. Terkait dengan pameran virtual di tahun 2021, penulis mencatat sudah dilakukan sebanyak 2 kali, dan akan bertambah menjadi 3 dengan pameran “Poros” yang digelar secara virtual pada 12 Agustus 2021.

Poros sendiri merupakan Pameran Seni Rupa Koleksi Nasional yang menampilkan karya-karya seni rupa koleksi negara. Pameran ini sendiri bisa terselenggara berkat kerja sama Galnas dengan Dinas Kebudayaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta; Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia; Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta; Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Madiun; Museum Sejarah Jakarta–Unit Pengelola Museum Kesejarahan Jakarta, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta; Royal Ambarrukmo Yogyakarta; PT Sarinah (Persero); Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran, dan ArtSociates.

Pameran Seni Rupa Koleksi Nasional #3 “POROS” menampilkan 29 karya yang mencakup 16 monumen/patung publik, 3 miniatur monumen/patung publik yang salah satunya dikerjakan dengan teknologi digital sculpting dan 3D printing, 4 maket monumen/patung publik, 4 relief, 1 mural, dan 1 lukisan. Karya-karya tersebut disajikan dalam bentuk foto dan video dari berbagai sudut sehingga didapatkan sudut pandang secara menyeluruh bahkan jarak pandang yang sangat dekat sehingga tampak detail-detail karya yang bisa jadi selama ini sebagian besar masyarakat tidak bisa mengaksesnya. Selain itu, disajikan pula infografis peta persebaran yang menunjukkan titik lokasi karya-karya tersebut berada. Dalam pameran daring ini, publik dapat memilih dan menyaksikan karya-karya koleksi nasional yang disukai, diinginkan, bahkan bisa mengaksesnya kapan saja dan di mana saja.

Kepala Galeri Nasional Indonesia, Pustanto, menjelaskan, Pameran Seni Rupa Koleksi Nasional #3 “POROS” dikemas dengan formulasi yang berbeda dari dua pameran sebelumnya, baik dalam hal format, tema, pemilihan dan presentasi karya, serta cara mengapresiasinya. Hal ini dilakukan karena pelaksanaan pameran ini masih dalam situasi dan kondisi pandemi Covid-19 yang membatasi pergerakan masyarakat untuk mengurangi dan mencegah penyebaran virus tersebut.

“Pameran Seni Rupa Koleksi Nasional #3 ‘POROS’ disajikan dalam format daring di laman resmi Galnas. Ini adalah pameran daring pertama dalam seri perjalanan Pameran Seni Rupa Koleksi Nasional,” tutup Pustanto.(Hs.Foto.dok.Galnas)

Related posts