Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto mengaku kagum sekaligus terharu melihat capaian para peserta didik Sekolah Rakyat yang dinilainya mampu menunjukkan prestasi luar biasa dalam waktu singkat.
Presiden mencontohkan keberhasilan sejumlah siswa yang telah menorehkan prestasi di berbagai ajang kompetisi, termasuk Olimpiade Matematika, meskipun program Sekolah Rakyat baru berjalan sekitar enam bulan.
“Saya kagum. Baru enam bulan, sudah ada yang menjadi juara Olimpiade. Itu luar biasa,” ujar Prabowo dalam acara peresmian Sekolah Rakyat, Senin (12/1).
Prabowo mengungkapkan dirinya sempat menahan emosi ketika menyaksikan langsung penampilan para siswa. Menurutnya, rasa haru tersebut muncul karena melihat anak-anak dari keluarga sederhana mampu menunjukkan potensi besar ketika diberikan ruang dan kesempatan yang tepat.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan pesan moral kepada para siswa agar tidak merasa rendah diri dengan kondisi ekonomi keluarga. Ia menegaskan bahwa setiap pekerjaan orang tua merupakan pekerjaan yang mulia dan dilakukan demi masa depan anak-anaknya.
“Jangan pernah malu jika orang tua kalian buruh, petani, atau pemulung. Mereka bekerja dengan cara yang halal dan penuh keringat demi masa depan anak-anaknya,” tegas Prabowo.
Ia menekankan pentingnya menanamkan rasa hormat kepada orang tua sejak dini. Presiden bahkan menyatakan dirinya lebih menghormati pekerja kecil yang hidup dari hasil kerja keras dibandingkan orang berpendidikan tinggi yang justru terlibat dalam praktik korupsi.
Terkait pengembangan Sekolah Rakyat, Prabowo kembali menegaskan target pemerintah untuk membangun 500 Sekolah Rakyat hingga tahun 2029. Setiap sekolah dirancang menampung sekitar 1.000 siswa, sehingga total penerima manfaat diproyeksikan mencapai 500.000 murid di seluruh Indonesia.
“Tujuan utama kita adalah mengubah nasib anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Pendidikan adalah sarana paling tepat untuk memutus rantai kemiskinan,” kata Prabowo.
Selain Sekolah Rakyat, Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah membuka lebih banyak sekolah dan perguruan tinggi yang sepenuhnya dibiayai negara, termasuk kampus kedokteran dan teknik, agar akses pendidikan gratis dapat dirasakan seluruh anak bangsa.
“Saya ingin anak tukang pemulung bisa menjadi dokter, insinyur, atau pemimpin. Itu cita-cita saya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Presiden mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan bekerja sama menghadapi tantangan demi mewujudkan Indonesia yang maju, sejahtera, dan terbebas dari kemiskinan ekstrem.
