Prabowo Paparkan Program Transformasi Nasional di Washington DC

Presiden Prabowo aat memberikan sambutan pada sesi roundtable Business Summit, Rabu (18/2)/Foto : Dok. Instagram @prabowo Presiden Prabowo aat memberikan sambutan pada sesi roundtable Business Summit, Rabu (18/2)/Foto : Dok. Instagram @prabowo

Amerika Serikat, GPriority.co.id – Dalam kunjungannya ke Washington DC, Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah program transformasi nasional, sebagaimana dilansir dari rilis resmi Sekretariat Presiden RI.

Disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan pada sesi roundtable Business Summit, Rabu (18/2) waktu setempat, salah satu program transformasi nasional yang dijelaskannya yaitu percepatan digitalisasi nasional lewat penyediaan layar interaktif pintar bagi sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Prabowo melaporkan data, di mana hingga akhir Desember 2025 lalu, Pemerintah Indonesia telah mendistribusikan lebih dari 280 ribu layar ke hampir seluruh sekolah. Ia pun menargetkan, pada akhir masa jabatannya semua sekolah di Indonesia telah memiliki layar interaktif tersebut.

“Silabus sekolah kita terdapat di dalam perangkat lunak tersebut dan dapat diakses kapan saja,” ujarnya.

Lebih lanjut Prabowo mengatakan, digitalisasi tersebut mendukung pembelajaran jarak jauh. Program ini sangat membantu terutama untuk sekolah di wilayah terpencil, agar mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik. Prabowo pun menyebut transofrmasi ini dijalankan secara serius serta terukur.

Sementara pada bidang ekonomi, Prabowo turut membanggakan pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, di mana saat ini Pemerintah Indonesia tengah mempercepat hilirisasi industri lewat 18 proyek hilirisasi di tahun ini. Selain itu, proyek pengolahan sampah menjadi energi senilai USD 3 miliar (Rp50,7 triliun) juga tengah dijalankan. Di hadapan Pemerintah AS, Prabowo menyebut Indonesia sebagai ‘pasar yang menarik’.

“Kami juga berharap Indonesia akan digunakan sebagai basis produksi dan dapat dipandang sebagai mitra strategis yang baik untuk kawasan ini,” ungkap Prabowo.

Di akhir paparan, Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk mengedepankan keterbukaan, peningkatan infrastruktur dan logistik, penguatan konektivitas rantai pasok, serta transisi energi yang pragmatis, dengan bergerak sesuai kapasitas yang dimiliki.

“Kami mengejar proyek-proyek yang harus layak secara ekonomi, yang harus dapat dibiayai bank dan mampu memberikan pengembalian jangka panjang,” sebut Prabowo.