Jakarta, GPriority.co.id – Di tengah kondisi Indonesia saat ini, Presiden Prabowo menekankan jika dirinya tak akan mundur dan meyakini seluruh rakyat akan berpihak kepadanya.
“Demi Allah saya tidak akan mundur setapak pun. Saya yakin rakyat bersama saya,” ungkapnya seperti dikutip dari potongan video yang beredar belum lama ini.
Prabowo akan tegas memberantas korupsi di tanah air dan melawan mafia tanpa pandang bulu. Ia juga menekankan jika aparat negara akan bergerak untuk menyelidiki dan mengusut tuntas oknum yang diduga berada di balik aksi demonstrasi yang ramai belakangan ini.
“Di Sulawesi Selatan 4 orang ASN tidak bersalah, orang tidak berpolitik, korban gedung DPR dibakar, ini tindakan makar. Ini bukan penyampaian aspirasi. Jadi semua aparat negara akan selidiki,” tegasnya.
Ia sangat yakin bahwa rakyat akan mendukung langkah-langkah tegas yang diambil oleh pemerintah ke depannya. Selain itu, Prabowo juga menekankan jika seluruh program pemerintahannya berfokus untuk membela rakyat kecil serta kelompok lemah.
“Saya tidak ragu-ragu membela rakyat. Saya akan hadapi mafia-mafia. Sekuat apapun saya hadapi atas nama rakyat. Saya bertekad memberantas korupsi. Sekuat apapun mereka,” tambahnya.
Prabowo mengatakan, perjuangan pemerintah untuk menghadirkan keadilan ekonomi dan sosial bukanlah sekadar janji. Ia akan menunjukkan hasil nyata yang dampak positifnya akan dirasakan oleh masyarakat Indonesia.
Sikap Prabowo tersebut jika dibandingkan pejabat dari negara lain seperti Jepang, sangatlah kontras. Di Jepang, ketika pejabat merasa gagal, mereka akan langsung mundur dari jabatannya.
Fenomena ini disebut Harakiri Politik, menggambarkan rasa malu dan kehormatan yang ditempatkan di atas segalanya. Di Jepang, ketika pejabat sudah dihujani kritik, mereka akan mundur sebagai langkah untuk membersihkan nama baik institusi mereka, serta menghindari kerugian lebih lanjut bagi rakyat mereka.
Tak heran jika di Jepang pergantian jabatan merupakan hal yang biasa terjadi. Pasalnya dalam budaya Jepang, pejabat merupakan pelayan rakyat. Oleh karenanya, masyarakat Jepang akan sangat mencermati tindakan serta ucapan dari para pejabat mereka.
Bagi pejabat di Jepang, mundur dari jabatannya bukan sekadar pilihan, namun juga menjadi kewajiban moral yang telah tertanam dalam budaya politik Jepang berabad-abad lamanya.
