Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto menambah anggaran dana riset nasional dari semula Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun. Kenaikan ini dilakukan dengan menambah alokasi sebesar Rp4 triliun.
Keputusan tersebut diambil usai Prabowo menggelar pertemuan dengan 1.200 rektor dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi di Istana Negara, Kamis (15/1).
Menanggapi kebijakan itu, Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menyampaikan apresiasi tinggi. Menurutnya, langkah tersebut menjadi angin segar bagi dunia pendidikan tinggi untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa.
“Kenaikan signifikan ini menunjukkan pemahaman mendalam Presiden bahwa pembangunan negara maju harus memiliki landasan riset yang kuat dan teruji,” kata Fikri dalam keterangannya, Sabtu (17/1).
Lebih lanjut, Fikri menyoroti pertemuan Presiden Prabowo dengan ribuan guru besar. Ia menilai inisiatif tersebut sebagai budaya baru yang positif dalam tata kelola pemerintahan yang berbasis data dan keilmuan.
“Tradisi komunikasi langsung antara kepala negara dan pimpinan akademisi sangat krusial agar informasi mengenai penyelenggaraan pemerintahan dapat tersampaikan secara utuh dan transparan kepada para pemikir bangsa,” ucap Fikri.
Legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan peran strategis akademisi dalam konsep kolaborasi Pentahelix yang melibatkan unsur akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media (ABGCM) dalam pembangunan nasional.
Fikri menegaskan bahwa forum semacam ini tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan harus diformat sebagai sarana komunikasi dua arah yang efektif.
Ia berharap para pimpinan perguruan tinggi diberikan ruang yang luas untuk menyampaikan masukan konstruktif secara langsung kepada Presiden.
“Masukan dari para pakar ini sangat dibutuhkan untuk memastikan arah kebijakan negara tetap berada di jalur yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” tuturnya.
