Praktik Prostitusi Kembali Terjadi di RTH Jakarta, DPRD DKI Desak Tindak Tegas

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau/Foto Fraksi PSI Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau/Foto Fraksi PSI

Jakarta, GPriority.co.id – Kasus prostitusi kembali terjadi di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Jakarta. Terbaru, praktik prostitusi sesama jenis ditemukan di RTH Taman Daan Mogot, Jakarta Barat.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau, menyampaikan keprihatinannya. Ia menegaskan bahwa taman kota seharusnya digunakan untuk kegiatan positif, bukan disalahgunakan.

“Kami merasa prihatin bahwa taman-taman kota yang seharusnya dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan positif malah disalahgunakan dengan adanya aktivitas-aktivitas prostitusi atau mesum. Seharusnya ini tidak terjadi dan Pemprov (Pemerintah Provinsi) DKI harus segera bertindak,” kata Bun Joi di Jakarta, Rabu (26/11).

Bun Joi menyebut dua lokasi yang diduga kerap disalahgunakan yakni Taman Daan Mogot dan RTH dekat Gang Royal, yang bahkan ditemukan alat kontrasepsi bekas.

Ia menyoroti bahaya situasi tersebut terhadap anak-anak dan masyarakat umum yang menggunakan taman untuk beristirahat atau bermain.

“Mirisnya, taman-taman itu juga yang sebenarnya dikunjungi oleh masyarakat, termasuk anak-anak untuk beristirahat dan bermain di waktu-waktu senggang. Jangan sampai karena melihat adanya bekas-bekas botol minuman, alat-alat kontrasepsi, atau malah tidak sengaja menyaksikan tindakan-tindakan tidak senonohnya itu sendiri, anak-anak ini malah terkena pengaruh buruk,” tuturnya.

Selain meresahkan, ia menilai aktivitas tersebut bisa menimbulkan stigma negatif bagi warga sekitar.

Karena itu, Bun Joi mendesak Pemprov DKI melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) untuk memperbaiki kondisi taman, mulai dari pembersihan semak belukar hingga penambahan penerangan dan CCTV.

Selain meresahkan, ia menilai aktivitas tersebut bisa menimbulkan stigma negatif bagi warga sekitar.

Karena itu, Bun Joi mendesak Pemprov DKI melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) untuk memperbaiki kondisi taman, mulai dari pembersihan semak belukar hingga penambahan penerangan dan CCTV.

“Dari banyaknya info yang beredar, ada beberapa faktor yang diduga menjadikan taman-taman ini rentan terhadap tindakan-tindakan asusila. Salah satunya adalah kondisi tamannya yang kurang terawat hingga muncul semak-semak belukar, sampai dengan kurangnya lampu-lampu penerangan di sana,” imbuhnya.

“Ke depannya, taman-taman ini harus dirawat dan semak-semak belukarnya dibersihkan lagi. Kemudian, lampu-lampu penerangan juga harus ditambah. Tidak lupa, Closed-Circuit Television (CCTV) mungkin perlu ditambah. Sehingga, tidak ada lagi titik-titik blindspot yang bisa dipakai melakukan kegiatan-kegiatan asusila,” pungkas Bun Joi.