Jakarta, GPriority.co.id – Angkatan Bersenjata Gabungan Prancis di Kaledonia Baru membawa kapal perang jenis fregat Vendemiaire bersama Falcon 200 untuk mengikuti ajang Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2025.
Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste dan ASEAN Fabien Penone, menjelaskan keikutsertaan negaranya Prancis, sebagai negara penghuni Indo-Pasifik dalam latihan bersama itu menunjukkan komitmen terhadap stabilitas regional, kebebasan navigasi, dan keamanan maritim.
Menurutnya, latihan itu penting sebagai bentuk peningkatan kesiapan operasional dalam menghadapi tantangan maritim bersama.
“Kami adalah negara Indo-Pasifik dan memiliki kerja sama erat dengan Indonesia. Maka, penting bagi kami untuk berlatih, bekerja sama dengan mitra kami di kawasan ini, serta menghadapi berbagai ancaman maritim, seperti keamanan laut, penangkapan ikan ilegal, dan penanganan bencana,” kata Penone dikutip Antara, Minggu (16/2).
Selain operasi bersama dalam MNEK 2025, Indonesia juga telah mengambil bagian dalam latihan La Perouse 25 yang diinisiasi oleh Angkatan Laut Prancis.
Penone mengatakan Prancis dan Indonesia memiliki visi yang sama menyangkut penguatan keamanan maritim dan bantuan kemanusiaan kolektif serta tanggap bencana.
Apalagi, dia menyebut, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat menjadi Menteri Pertahanan telah menjalin kerja sama yang erat dengan Prancis.
“Kerja sama jangka panjang dengan Presiden Prabowo Subianto dimulai ketika dia menjadi Menteri Pertahanan. Jadi, kami sangat senang dengan kemitraan ini dan sekarang memperbesar secara mendalam kerja sama ini selangkah demi selangkah dengan dialog dengan cara yang meyakinkan,” tuturnya.
Komitemen Terhadap Keamanan Indo-Pasifik
Sementara itu, Panglima Angkatan Bersenjata Prancis di Asia-Pasifik (ALPACI) Laksamana Muda Guillaume Pinget mengatakan kehadiran fregat Vendemiaire dalam latihan ini menegaskan komitmen Prancis terhadap keamanan Indo-Pasifik.
Ia mengatakan kapal tersebut siap untuk mengikuti latihan bersama tersebut.
“Hari ini, saya berkesempatan mengunjungi fregat Vendemiaire yang akan berpartisipasi dalam latihan Komodo 2025. Kapal ini hampir siap untuk parade besok,” ujar Pinget.
Selain fregat Vendemiaire, Prancis juga akan mengerahkan pesawat pengintai maritim Falcon 200 Guardian dalam latihan ini. Pesawat pengintai maritim itu akan tiba pekan depan sebagai bagian dari latihan.
Pinget juga menekankan partisipasi Prancis dalam MNEK 2025 tidak hanya berfokus pada keamanan maritim, tetapi juga mencakup isu-isu global seperti perubahan iklim dan bantuan kemanusiaan.
Prancis berkomitmen untuk menghadapi berbagai tantangan di kawasan ini, termasuk dampak perubahan iklim terhadap masyarakat di Pasifik Selatan, serta kesiapan dalam operasi bantuan kemanusiaan dan tanggap bencana.
Selain itu, Prancis juga aktif dalam memerangi aktivitas ilegal di laut, seperti penangkapan ikan ilegal dan penyelundupan narkotika.
“Keamanan maritim adalah prioritas kami. Kami bekerja sama dengan negara-negara mitra untuk menghadapi ancaman seperti penangkapan ikan ilegal dan perdagangan narkotika di perairan Indo-Pasifik,” kata Pinget.
Untuk diketahui, Vendemiaire adalah kapal jenis fregat kelas Floreal, yang bermarkas di Noumea, milik Angkatan Bersenjata Prancis di Kaledonia Baru didedikasikan untuk berbagai misi, termasuk misi kedaulatan di zona ekonomi eksklusif Prancis, bantuan kemanusiaan, dan kerja sama.
Foto: Antara
