Presiden Jokowi Resmikan Indonesia Islamic Financial Center (IIFC) Hari Ini

Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi), meresmikan Indonesia Islamic Financial Center (IIFC) di kawasan Medan Merdeka Selatan, pada Selasa (17/9). IIFC bertujuan untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Acara peresmian IIFC ini juga turut dihadiri oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Wakil Menterin BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Dirut PT PP (Persero) Tbk Novel Arsyad, Dirut PT Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi, serta Dirut PT Danareksa Yadi Jaya Ruchandi.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan jika Indonesia Islamic Financial Center (IIFC) adalah bentuk amanat dan harapan Indonesia sebagai pusat halal dunia. Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar kedua di dunia. Dengan jumlah 84,35% penduduk muslim dari total populasi sebesar 236 juta jiwa.

Hal ini menjadi salah satu potensi bagi kemajuan ekonomi dan keuangan syariah dengan melalui optimalisasi ekosistem halal di Indonesia. Dimulai dari perbankan dan keuangan syariah sebagai motor penggerak ekonomi nasional.

Lebih lanjut Presiden Jokowi mengatakan, melalui data-data yang diperoleh, industri keuangan syariah di Indonesia ternyata lebih tinggi pertumbuhannya jika dibandingkan dengan bank nasional.

Sementara, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan jika ekonoimi syariah akan terus dibangun, sesuai dengan pesan Presiden Jokowi.

”Bapak Presiden mengingatkan kami di awal-awal bagaimana ekonomi syariah harus terus dibangun. Untuk itu kami juga mulai mengkonsolidasi bank-bank BUMN syariah menjadi PT Bank Indonesia Syariah (BSI),” ujarnya.

Diakui Erick, penggabungan tersebut telah meraih hasil menggembirakan, dimana terjadi peningkatan aset dan posisi BSI pun naik peringkat ke 10 bank terbesar di Indonesia.

Erick mengatakan, kawasan Indonesia Islamic Financial Center (IIFC) terdiri dari Gedung BSI Tower dan Menara Danareksa. Pembangunan kawasan ini merupakan langkah penggerak perekonomian dan bukti nyata bahwa Jakarta tak hanya mempertahankan perannya sebagai pusat ekonomi utama, tetapi juga menciptakan kontribusi nyata bagi Indonesia di masa yang akan datang.

Foto : Kemensetneg RI