Produksi Sampah RI Capai 143 Ribu Ton per Hari, Penanganannya Kurang dari 20%

Penanganan sampah di Indonesia masih berada di angka kurang dari 20 persen per hari/Foto Istimewa Penanganan sampah di Indonesia masih berada di angka kurang dari 20 persen per hari/Foto Istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan bahwa penanganan sampah di Indonesia masih berada di angka kurang dari 20 persen per hari.

Padahal, kata Hanif, produksi sampah nasional mencapai 143 ribu ton setiap hari.

Hal itu disampaikan Hanif dalam acara peluncuran Dana Inovasi Teknologi dan Kajian Solusi Berketahanan Iklim di Kantor Bappenas RI, Selasa (2/12).

“Sampah kita 143 ribu ton per day, dan hari ini penanganannya baru selesai 20 persen kurang. Jadi ada 120-an ribu ton per day yang kemudian sebagian lari ke laut,” kata Hanif.

Ia menjelaskan, jika 143 ribu ton sampah per hari dikalikan 365 hari, maka Indonesia memproduksi sekitar 52 juta ton sampah setiap tahun.

Menurutnya, dari jumlah itu, sekitar 9 juta ton di antaranya adalah sampah plastik yang mengalir ke laut.

“Jadi dari 143 ribu ton per day, maka kalau kita kalikan 365 sehari, ada 52 juta ton per
tahun. Sembilan jutanya itu plastik yang akhirnya mengalir ke lautnya,” ucapnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup terus melakukan berbagai upaya, termasuk menghadirkan teknologi untuk pengelolaan sampah di Indonesia.

“Hampir 14 tahun sampah ini tidak dikelola dengan baik di negara kita. Hari ini Bapak Presiden memberikan atensi serius dengan mengeluarkan Peraturan Presiden RI Nomor 109 Tahun 2025 tentang Waste-to-Energy. Dan ini memerlukan dukungan kita semua,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengatakan pihaknya juga tengah berupaya membersihkan sampah plastik di laut.

Menurutnya, jika dibiarkan, sampah tersebut akan berubah menjadi mikroplastik yang membahayakan manusia.

“Kalau dibiarkan, ini akan menjadi mikroplastik dan berbahaya bagi kehidupan manusia. Jika plastik dimakan ikan, lalu ikan itu dikonsumsi manusia, tentu tidak sehat. Sementara produksi plastik terus terjadi setiap hari untuk botol minum dan berbagai kebutuhan lainnya,” ujarnya.