Jakarta, GPriority.co.id – Nama Agam Rinjani mendadak viral usai aksi heroiknya mengevakuasi jenazah pendaki asal Brasil, Juliana Marins, yang terjatuh ke jurang sedalam 600 meter di Gunung Rinjani, Selasa (24/6). Aksi kemanusiaannya tersebut tak hanya menyita perhatian masyarakat Indonesia, tetapi juga warga Brasil yang menggalang donasi hingga Rp1,5 miliar sebagai bentuk apresiasi.
Agam Rinjani, yang memiliki nama asli Abdul Haris Agam, merupakan seorang porter dan pemandu pendakian Gunung Rinjani. Ia juga aktif sebagai relawan tim penyelamat yang telah berkali-kali terlibat dalam evakuasi pendaki di jalur ekstrem Rinjani.
Dalam sebuah wawancara eksklusif di kanal YouTube Gakkum Kehutanan, Agam mengungkap bahwa dirinya pertama kali mendaki Rinjani pada tahun 2011 saat masih menjadi mahasiswa jurusan antropologi di Universitas Hasanuddin. Sejak saat itu, cintanya terhadap Gunung Rinjani tidak pernah padam.
“Hingga 2024, saya sudah naik ke Rinjani sekitar 574 kali dan mencapai puncak sekitar 352 kali,” ujar Agam dalam wawancara tersebut.
Usai lulus kuliah, Agam memutuskan untuk menetap di Sembalun, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan menekuni profesi sebagai pemandu pendakian sejak 2015. Tak hanya memandu, ia kerap turun langsung dalam misi penyelamatan di gunung yang dikenal dengan medan terjal dan cuaca yang tak terduga itu.
Sebelum mengevakuasi Juliana Marins, Agam juga pernah membantu evakuasi pendaki asal Israel yang jatuh ke jurang sedalam 160 meter pada Agustus 2022. Keberaniannya menembus medan ekstrem kembali ia tunjukkan saat proses evakuasi Juliana, yang berlangsung dalam kondisi kabut tebal dan jalur curam.
“Saya mohon maaf kepada keluarga Juliana karena tidak bisa menyelamatkannya lebih awal,” ucap Agam dalam video yang menyentuh hati banyak orang di media sosial.
Kisah pengorbanan dan dedikasi Agam mendapat sorotan luas, termasuk dari warga Brasil yang secara sukarela mengumpulkan donasi sebagai bentuk penghargaan. Total donasi yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp1,5 miliar.
Agam Rinjani kini menjadi simbol kepedulian, profesionalisme, dan semangat kemanusiaan yang tulus di tengah medan ekstrem pegunungan. Aksi heroiknya menjadi inspirasi bagi banyak orang dan bukti bahwa para pahlawan tidak selalu berseragam.
Foto: Instagram/agam_rijani
