PT KIPI Buka Suara Soal Buruknya Jalan di Kawasan

Tanah Kuning, GPriority.co.id – Proyek Strategis Nasional (PSN) PT. Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) memberikan penjelasan soal buruknya jalan di Kawasan Proyek. Dalam penjelasannya, saat ini jalan yang digunakan masih dalam proses tukar menukar asset (TMA) dari pemerintah dengan PT KIPI.

Berdasarkan pantauan GPriority dilokasi pada Sabtu (6/7), sebagian besar jalan di Kawasan proyek KIPI terlihat bergelombang dan belum diaspal. Bahkan, beberapa kendaraan tampak bergantian untuk melewati satu-satunya jalan di proyek itu.

“Karena ini asetnya masih pemerintah saat ini lagi proses TMA tukar menukar aset, sehingga kita mau perbaiki pun belum waktunya belum ada izinnya proses dulu untuk TMAnya, setelah selesai baru kita kelola semua,” ujar Project Koordinator PT KIPI, Ahmad Suhandi kepada GPriority di Tanah Kuning, Bulungan pada Sabtu (6/7).

Setelah TMA selesai, Ahmad mengatakan, segera menggarap masterplan yang telah disiapkan. Dia menyebut, jalan lintas provinsi itu bakal digunakan untuk mengangkut keperluan logistik.

“Kita akan gunakan masterplan yang digunakan, jadi mungkin jalan provinsi yang ada atau existing kita gunakan untuk jalur logistik, tapi jalur, kedepannya kita akan menggunakan jalur yang akan kita rencanakan ini jalurnya ada dua untuk kendaraan besar dan kecil, aksesnya kendaraan besar itu untuk produksi dan jalur yang kecil untuk domestik,” tuturnya.

Sebagai informasi, PT KIPI disebut sebagai kawasan industri terbesar di dunia, dengan luas 30.000 hektar. Proyek ini ditargetkan selesai konstruksi pada 2024 dan operasi bertahap mulai 2023, 2024 hingga 2029. Adapun, investasi senilai US$132 miliar itu diperlukan untuk seluruh tahapan konstruksi dan komersialisasi sampai delapan tahun ke depan.

Foto: Dimas A Putra/GPriority