Jakarta, GPriority.co.id – Puluhan pengusaha katering di daerah Kediri, Jawa Timur, dilaporkan kena tipu orderan fiktif program makan bergizi gratis.
Terduga terduga oknum penipu tersebut mengatasnamakan program makan bergizi gratis. Bahkan nilai orderan fiktifnya mencapai Rp72 juta!
Puluhan pengusaha katering pun yang merasa dirugikan tersebut akhirnya menggeruduk salah satu kelompok masyarakat (Pokmas), yang diduga menjadi kelompok tempat terduga oknum penipu bergabung.
Bagaimana Modus Penipuannya?
Modus penipuan berawal dari pelaku berinisial M yang menghubungi para pengusaha dan menjanjikan kesempatan untuk menjadi penyedia program makan bergizi gratis.
Pelaku diketahui merupakan anggota Pokmas yang bergabung dengan banyak UMKM.
Mereka bahkan pernah melakukan uji coba makan bergizi gratis ke sejumlah sekolah.
Setelah para pengusaha katering berminat ikut, terduga oknum penipu tersebut meminta mereka untuk membayar sejumlah uang jaminan untuk masuk ke kelompoknya.

Berdasarkan penuturan dari salah satu pengusaha katering yang bergabung, awalnya mereka tak dimintai uang jaminan.
Hingga akhirnya ia berminat menyediakan 1.000 kotak makanan.
Beberapa minggu kemudian, pengusaha katering tersebut dimintai uang jaminan sebesar Rp1 juta, jika ingin melanjutkan kerja sama.
Pengusaha katering tersebut pun tergiur, hingga akhirnya memberikan Rp2 juta untuk menyediakan 2.000 kotak makanan.
Terduga oknum penipu pun tak memberikan penjelasan secara rinci terkait penggunaan uang jaminan.
Para korban pun melaporkan hal ini ke Penasihat Pokmas tersebut yang bernama Nuriko Pramega.
Yang mengagetkan, Nuriko mengatakan jika oknum bukan lagi bagian dari anggota komunitas tersebut.
Terduga oknum penipu itu dikeluarkan karena telah merugikan banyak anggota.
“Pokmas kami tidak pernah memungut biaya apapun dari mitra. Adanya pengutan yang dilakukan oleh oknum tersebut merupakan tindakan pribadi demi keuntungan sendiri,” ujar Nuriko.
Proses Penyelesaian Secara Internal

Saat ini, para korban belum melaporkan terduga terduga oknum penipu ke kantor polisi. Mereka masih berharap uangnya dikembalikan.
Salah satu anggota Pokmas pun mengakui jika saat ini sudah ada komunikasi antara para korban dengan pelaku.
Pelaku pun kabarnya bersedia untuk mengembalikan uang korban.
“Masih internal dulu diselesaikan, karena ada itikad baik. Korban juga meminta maaf ke Pokmas, karena salah paham ternyata itu ulah oknum. Di kuitansi itu sendiri tertulis nama oknum,” jelas Nuriko lebih lanjut.
Foto : Ilustrasi/YouTube
