Jakarta,GPriority.co.id-Ditemui usai ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, Minggu Malam (30/10/2022), Balairung, Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Halmahera Barat, Fenny Kiat mengaku gembira dengan hasil yang diraih Desa Wisata Lapasi. “Ini tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah kabupaten dengan Bumdes dan Pokdarwis,” jelas Fenny Kiat.
Fenny juga mengatakan bahwa Pemkab Halbar akan terus melakukan pendampingan secara intens. “Untuk promosi dan kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat kami juga telah mempersiapkannya,” jelas Fenny.
Sedikit bercerita, Desa Wisata Lapasi atau lebih dikenal Desa Wisata Lako Akelamo terletak di Kecamatan Sahu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.
Untuk sampai ke Desa Wisata Lako Akelamo, pengunjung yang berasal dari luar Pulau Halmahera, tersedia beberapa alat transportasi untuk sampai di Kota Jailolo. Bagi pengunjung yang berasal dari Kota Ternate misalnya, seperti biasa dapat menggunakan speed boat ke Jailolo, Ibu Kota Kabupaten Halmahera Barat, lalu lanjut menggunakan transportasi darat roda dua atau roda empat untuk menuju ke Desa Lako Akelamo yang akan menempuh waktu kurang lebih 20 – 25 menit.
Sesampainya di Desa Lako Akelamo, kesan pertama yang akan pengunjung dapatkan yaitu suasana perkampungan yang bersih, rapih dan tentunya keramahan masyarakat Desa Lako Akelamo yang begitu hangat kepada ngunjung. Desa Lako Akelamo sendiri memiliki Destinasi Wisata yang cukup populer di telinga wisatawan, baik di Halmahera Barat, maupun daerah lain di Maluku Utara yakni pantai Lapasi dan Benteng peninggalan bangsa Portugis bernama Saboega.
Beragam tarian seperti Sasadu on The Sea, Cry Jailolo, Tarian Salai Jin, Soya-Soya, Dana-Dana, dan Cakalele juga disuguhkan.
Bagi yang akan menikmati malam di tepi pantai juga sudah tersedia lokasi camping. Lokasi ini menjadi favorit pengunjung saat bermalam di Lapasi.
Dalam kesempatan tersebut Fenny juga mengatakan terus melakukan sinergi dengan perusahaan swasta. Tujuannya untuk pembentukan desa wisata. “Ada perusahaan swasta yang memiliki visi sama dengan Pemkab Halbar terkait pembentukan desa wisata. Kolaborasi inilah yang bisa memunculkan desa wisata baru di Halbar, mengingat banyaknya wisata yang bisa dikelola oleh Pokdarwis maupun Bumdes,” jelas Fenny.
Fenny juga mengatakan selain membangun desa wisata, destinasi yang sudah ada di Halbar seperti air terjun Kahatola, Gunung Gamkonora dan lain sebagainya juga kembali akan dipromosikan. “Pasca pandemi kita mulai lagi mempromosikan melalui digitalisasi,” kata Fenny.
Terkait Festival Jailolo, Fenny menjelaskan bahwa pemerintah daerah tetap konsisten melaksanakannya setiap tahun. “Karena sudah menjadi agenda rutin yang diatur dalam peraturan daerah (perda),” ucap Fenny.
Mengenai susunan acara berbeda dengan tahun sebelumnya. “Nanti setelah selesai akan kami publikasikan. Yang pasti dalam setiap tahunnya berbeda,” tutur Fenny menutup perbincangan. (Hs.Foto.Hs)
