Rakornas BP4 2026 Digelar di Jakarta, Kemenag Perkuat Strategi Cegah Perceraian

Menag Nasaruddin Umar saat memberikan sambutan dalam agenda rakornas BP4 2026 di Jakarta, Selasa (3/11)/Foto : Dok Kemenag & GPriority (Nindy) Menag Nasaruddin Umar saat memberikan sambutan dalam agenda rakornas BP4 2026 di Jakarta, Selasa (3/11)/Foto : Dok Kemenag & GPriority (Nindy)

Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) bersama Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BP4 2026 di Hotel Luminor Pecenongan, Jakarta, Selasa (3/11).

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam mencegah perceraian dan meningkatkan ketahanan keluarga Indonesia.

Rakornas BP4 2026 diharapkan menjadi ruang koordinasi bagi para pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah strategis dalam pembinaan perkawinan. Penguatan peran BP4 menjadi salah satu perhatian penting, mengingat lembaga ini memiliki fungsi dalam memberikan penasihatan, konseling, mediasi, dan pendampingan keluarga.

Agenda tersebut juga sejalan dengan upaya Kemenag memperkuat kualitas kehidupan rumah tangga melalui layanan bimbingan perkawinan dan pembinaan keluarga sakinah.

Sinergi Kemenag dan BP4 menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang harmonis dan tangguh menghadapi berbagai persoalan rumah tangga.

Melalui koordinasi nasional, penguatan program pembinaan perkawinan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah, mulai dari edukasi pranikah hingga pendampingan pasangan yang menghadapi konflik keluarga.

BP4 sendiri merupakan organisasi profesional di bawah binaan Kemenag yang memiliki tujuan meningkatkan kualitas perkawinan dan mewujudkan keluarga sakinah.

Program BP4 mencakup konseling, mediasi, advokasi, serta pengembangan kemitraan dengan berbagai lembaga untuk membantu keluarga menghadapi persoalan rumah tangga.

Pencegahan perceraian menjadi salah satu perhatian utama dalam penguatan ketahanan keluarga. Upaya tersebut membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, termasuk peningkatan kemampuan pasangan dalam membangun komunikasi, menyelesaikan konflik, dan menjaga keharmonisan rumah tangga.

Kemenag dan BP4 diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan konsultasi dan pendampingan perkawinan. Dengan demikian, pasangan yang menghadapi persoalan keluarga dapat memperoleh bantuan sebelum konflik berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Selain itu, penguatan peran BP4 juga diharapkan mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam pembinaan keluarga, termasuk pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat.

Rakornas BP4 2026 menjadi kesempatan untuk memperkuat koordinasi pelaksanaan program ketahanan keluarga di berbagai daerah.
Pembinaan keluarga tidak hanya berfokus pada pencegahan perceraian, tetapi juga pada upaya membangun hubungan suami istri yang sehat, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Melalui sinergi Kemenag dan BP4, program pembinaan perkawinan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak keluarga Indonesia.
Penguatan kelembagaan dan kerja sama lintas sektor juga menjadi langkah penting agar program ketahanan keluarga dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.