Resmi! Mendikdasmen Hapus Istilah ‘Ujian’ dan ‘Zonasi’ Pada UN Sekolah

Resmi! Mendikdasmen Hapus Istilah ‘Ujian’ dan ‘Zonasi’ Pada UN Sekolah Resmi! Mendikdasmen Hapus Istilah ‘Ujian’ dan ‘Zonasi’ Pada UN Sekolah

Jakarta, GPriority.co.id – Mendikdasmen (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah) Abdul Mu’ti, resmi menghapus istilah ‘ujian’ dan ‘zonasi’ pada UN Sekolah.

Adapun Mendikdasmen juga memastikan jika kedua istilah tersebut akan diganti dengan istilah baru yang diumumkan sebelum Hari Raya Idul Fitri 2025.

Nantinya perubahan tersebut akan diterapkan pada mekanisme Ujian Nasional (UN) yang akan kembali digelar mulai November 2025 untuk SMA, SMK, dan MA, begitupun pada 2026 untuk SD dan SMP.

Mendikdasmen melaporkan, konsep pengganti UN ini telah dirampungkan dan diserahkan kepada Presiden untuk diputuskan dalam sidang kabinet.

Sementara untuk sistem zonasi yang selama ini menimbulkan berbagai polemik, juga akan diganti, namun rincian penggantinya belum diungkapkan.

Sebagai informasi, sistem zonasi sebelumnya bertujuan mendekatkan siswa dengan sekolah berdasarkan jarak tempat tinggal, namun menuai kritik karena rawan manipulasi, seperti rekayasa kartu keluarga.

Dengan kebijakan penghapusan zonasi dan pengembalian UN, diharapkan dapat mengatasi tantangan dalam sistem pendidikan, walaupun sebagian pihak masih memperdebatkan relevansi UN sebagai parameter kualitas siswa.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti meminta semua pihak untuk menunggu pengumuman resmi terkait perubahan ini.

UN Kembali Dilaksanakan, Bukan di 2025

Jika anda belum mengetahuinya, sebelumnya Mendikdasmen Abdul Mu’ti memastikan bahwa UN akan kembali dilaksanakan, namun bukan di 2025.

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa perubahan sistem evaluasi pendidikan adalah bagian dari sejarah pendidikan Indonesia, mulai dari istilah seperti Ujian Penghabisan, EBTA, EBTANAS, hingga Asesmen Nasional.

Dirinya turut menegaskan jika evaluasi pembelajaran merupakan amanat undang-undang yang harus terus dijalankan oleh pemerintah Indonesia.

Selanjutnya, masyarakat juga diminta bersabar menunggu pengumuman resmi terkait bentuk dan nama sistem evaluasi yang akan diterapkan pada tahun ajaran mendatang.

Foto : ANTARA