Jakarta, GPriority.co.id – Setelah lulus kuliah dan mendapat gelar sarjana, langsung mendapatkan pekerjaan menjadi impian bagi banyak orang.
Namun pernyataan mencari pekerjaan saat ini kian susah, seperti nyata adanya.
Berdasarkan sebuah laporan, angka lulusan sarjana yang menganggur dalam 1 dekade terakhir (2014-2024), terus meningkat bahkan jumlahnya naik hampir 2 kali lipat di tahun 2024 lalu.
Jika di tahun 2014 dilaporkan sebanyak 495.143 lulusan sarjana yang menganggur, di tahun 2024 kemarin ada kenaikan mencapai 842.378 lulusan sarjana menganggur.
Piter Abdullah, seorang Direktur Eksekutif dari Segara Research Institute, mengatakan jika saat ini ekonomi Indonesia hanya mampu menyerap sekitar 200 ribu tenaga kerja sektor formal, tiap 1 persen pertumbuhan.
Ini artinya, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5 persen, hanya mampu menyerap sekitar 1-1,2 juta tenaga kerja sektor formal per tahunnya.

Sementara, pertumbuhan angkatan kerja baru bertambah sekitar 3-4 juta setiap tahun.
Hal ini menandakan bahwa ketersediaan tenaga kerja tidak mampu menyerap angkatan kerja baru.
Sementara itu, ada juga beberapa faktor lain mengapa banyak lulusan sarjana di Indonesia banyak yang masih menganggur.
Pertama, mereka mengalami aspirational mismatch, dimana ekspektasi mereka akan dunia kerja, berbeda dengan realita.
Kedua, kegagalan dalam link and match, yaitu keterampilan mereka tidak sesuai dengan yang dibutuhkan di dunia kerja.
Terakhir, reservation wage gap yaitu banyaknya lulusan sarjana yang menunggu pekerjaan yang sesuai keinginan mereka, dibandingkan dengan bekerja di tempat yang tidak sesuai.
Lulusan Sarjana Pilih Jadi Driver Online

Pada akhirnya karena dipicu hal-hal tersebut, banyak kemudian lulusan sarjana yang memilih bekerja di sektor informal, seperti menjadi driver online salah satunya.
Penyebabnya yaitu karena mereka mendapat jaminan keselamatan kerja dan jam kerja yang dianggap lebih fleksibel jika dibandingkan bekerja di kantor yang umumnya dari jam 9 pagi sampai 5 sore.
Kendati lulusan sarjana di Indonesia tergolong tinggi, namun peringkat satu diduduki oleh lulusan SMA/SMK.
Dimana per tahun 2024 kemarin, lulusan SMA/SMK yang menganggur berjumlah hingga 2,29 juta jiwa dan 1,84 juta jiwa.
Foto : Ilustrasi/Freepik
