Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meresmikan hasil revitalisasi 124 satuan pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang telah rampung 100 persen.
Peresmian tersebut digelar di SMK Negeri 1 Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Minggu (17/5/2026), sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana pendidikan di daerah.
Sebanyak 124 sekolah yang diresmikan terdiri dari 87 satuan pendidikan di Kabupaten Lombok Timur dan 37 sekolah di Kabupaten Sumbawa.
Abdul Mu’ti menegaskan revitalisasi dan digitalisasi pendidikan bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia.
“Dengan kualitas layanan pendidikan itu kita harapkan dapat ditingkatkan mutu pendidikan dalam rangka membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, cerdas, terampil, mandiri, berakhlak mulia, dan memiliki komitmen terhadap masa depan dan kemajuan bangsa dan negara,” ujar Mu’ti.
Ia menjelaskan pemerintah mengalokasikan bantuan revitalisasi untuk 531 sekolah di NTB sepanjang 2025 dengan total anggaran mencapai Rp527,5 miliar.
Bantuan tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB hingga PKBM/SKB.
Khusus di Kabupaten Lombok Timur, revitalisasi diberikan kepada 87 sekolah dengan total bantuan Rp105,9 miliar. Sementara di Kabupaten Sumbawa, bantuan senilai Rp38,1 miliar dialokasikan untuk 37 sekolah.
Selain pembangunan fisik, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia juga menjalankan program digitalisasi pembelajaran melalui distribusi 7.080 Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah di NTB dengan total anggaran Rp236,1 miliar.
Untuk Lombok Timur sendiri, sebanyak 1.739 perangkat IFP telah disalurkan dengan nilai mencapai Rp47,1 miliar.
“Ini merupakan wujud misi yang lurus bahwa setiap anak berhak belajar dengan teknologi modern. Visi Kemendikdasmen adalah memberikan layanan pendidikan yang bermutu untuk semua dengan partisipasi semesta. Kami berharap sarana prasarana yang sudah diterima dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, termasuk perangkat digitalisasi pembelajaran yang telah diberikan,” ujar Mu’ti.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Sikur, Hasbi Ahmad, mengungkapkan bantuan revitalisasi sangat berdampak terhadap kenyamanan belajar siswa.
“Kami sampaikan rasa syukur, rasa bangga, dan terima kasih kepada Bapak Presiden yang sudah memberikan program bantuan revitalisasi. Program ini sangat berdampak dan bermanfaat dirasakan oleh kami di sekolah, motivasi anak sekarang ke sekolah itu tinggi karena memang sudah punya ruangan tempat untuk belajar,” ujarnya.
Menurut Hasbi, sebelum revitalisasi dilakukan, sekolah mengalami keterbatasan ruang belajar sehingga proses pembelajaran harus menggunakan sistem double shift.
Kini, seluruh siswa sudah dapat belajar di pagi hari dengan fasilitas yang lebih nyaman dan sesuai standar.
“Anak-anak sangat senang karena bangunannya sesuai standar, pencahayaan ruang kelas bagus, dan ruangannya nyaman. Motivasi mereka untuk datang ke sekolah juga semakin tinggi,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan Kepala SLB Negeri 3 Lombok Timur, Azri Sofyan, yang menyebut revitalisasi membantu menciptakan proses belajar lebih kondusif bagi siswa berkebutuhan khusus.
“Alhamdulillah setelah mendapatkan revitalisasi, kegiatan belajar mengajar bisa berjalan lebih kondusif. Murid sangat antusias karena sekarang memiliki ruang praktik yang lebih baik untuk keterampilan tata boga maupun kerajinan kayu,” katanya.
Sementara itu, murid SMK Negeri 1 Sikur bernama Adinda mengaku lebih nyaman belajar di laboratorium baru hasil revitalisasi.
“Di lab yang sekarang saya merasa senang, tenang, dan aman karena ruangannya lebih luas dibanding sebelumnya. Dulu ruangannya lebih gelap, panas, dan cahaya yang masuk juga kurang. Kalau sekarang lebih terang dan nyaman, kami bisa lebih semangat belajar,” tambahnya.
