Malaysia, GPriority.co.id – Kala rupiah terus melemah hingga menyentuh Rp18.000 terhadap dolar AS, kini ramai video warga Malaysia yang memanfaatkan situasi ini dengan memborong barang-barang Indonesia.
Sebagaimana terlihat dalam postingan TikTok @teratourpadang, warga Malaysia terlihat memborong Indomie, mie instan asal Indonesia.
Selain melemah terhadap dolar AS, rupiah juga melemah terhadap ringgit. Jika per April 2024, 1 Ringgi = Rp3.412, pada April 2026, 1 Ringgit berada di angka Rp4.379.
Sementara itu berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang awal 2026 Malaysia merupakan negara penyumbang wisatawan mancanegara terbesar ke Indonesia.
Bahkan per April 2026, sekitar 22,31 persen seluruh wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia berasal dari Malaysia, atau sekitar 1,25 juta jiwa.
Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara di Indonesia pada Triwulan I 2026 sendiri mencapai USD1.345 per kunjungan (sekitar Rp23 juta dengan kurs saat itu).
Sebagai gambaran, jika ada 2 juta wisatawan Malaysia sepanjang 2026 dan masing-masing membelanjakan setara Rp15 juta selama berkunjung, total belanja mereka mencapai Rp30 triliun.
Penghasilan tersebut berdampak ke hotel, restoran, pusat belanja, UMKM, dan penerimaan devisa pariwisata. Hal tersebut bisa menjadi faktor penentu penguatan rupiah.
Di lain sisi, Bank Indonesia dan pemerintah saat ini terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Bank sentral bahkan telah menyiapkan langkah untuk meningkatkan daya tarik aset domestik guna menarik kembali aliran modal asing dan memperkuat mata uang nasional, sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA.
Data pasar menunjukkan rupiah telah mengalami tekanan cukup dalam dalam beberapa bulan terakhir.
Sejumlah indikator mencatat pelemahan rupiah lebih dari 4 persen dalam sebulan dan berada di dekat level tertinggi historis terhadap dolar AS.
