Sagu Porno Kuliner Khas Warga Sangihe

Saat membaca judul di atas, Anda pasti mengira penulis membuat judulnya Nyeleneh dan vulgar rasanya.Namun memang itulah namanya.

Dari mana kata ‘porno’ dalam sagu tersebut berasal? Menyadur dari Natgeo Indonesia, kata ‘porno’ berasal dari bahasa Portugis ‘forno’ yang artinya oven. Dikatakan demikian karena cetakan tersebut masih serupa dengan oven.
Cetakan porno bentuknya terdiri dari beberapa kotak kecil persegi panjang. Sekilas mirip pembakar kue balok, panganan manis khas Bandung. Hanya saja lebih panjang.

Sejarah sagu porno memiliki ketertarikan dengan Portugis yang pernah meninggalkan jejak di Sulawesi Utara pada abad ke-16 atau sekitar tahun 1500-an.

Sagu porno ini memiliki cita rasa gurih dan menjadi pengganti nasi para warga Sangihe. Biasanya dimakan bersama kuah ikan segar atau ikan bakar. Dalam bahasa lokal pun olahan sagu bakar ini disebut juga dengan humbia pineda.

Untuk membuat Sagu Porno, pertama-tama cara membuatnya adalah dengan membakar porno di atas bara api. Setelah cukup panas, tepung sagu kasar dituangkan di dalam cetakan, lalu cetakan ditutup dengan seng yang di atasnya diletakkan bara lagi.Tinggal tunggu sagu masak dari hasil panas cetakan tanah liat tersebut.(Hs.Foto.Istimewa)

Related posts