Jakarta, GPriority.co.id – Lurah Paya Pasir, Syerly, menjadi sorotan publik setelah video dirinya melontarkan ucapan “Cie, curhat dia bah” kepada seorang warga viral di media sosial. Ucapan tersebut disampaikan saat warga bernama Ulfa mengadukan minimnya penerangan jalan kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.
Peristiwa itu terjadi ketika Wali Kota Medan melakukan kunjungan ke kawasan Jalan Takenaka, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan. Dalam kesempatan tersebut, Ulfa menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi jalan yang gelap dan dinilai berpotensi memicu tindak kejahatan.
Ulfa mengungkapkan, warga telah berupaya mengatasi persoalan penerangan secara mandiri. Bahkan, ia mengaku telah memasang empat tiang lampu menggunakan uang pribadi demi meningkatkan keamanan di lingkungan tersebut.
Namun, di tengah penyampaian keluhan itu, Syerly melontarkan celetukan, “Cie, curhat dia bah.” Ucapan tersebut terekam dalam video dan kemudian menyebar luas di media sosial. Sejumlah warganet menilai respons Syerly tidak menunjukkan empati terhadap keluhan warga terkait keamanan dan fasilitas penerangan jalan.
Menanggapi polemik tersebut, Inspektorat Kota Medan melakukan pemeriksaan terhadap Syerly.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Inspektorat menilai terdapat indikasi kuat pelanggaran kode etik aparatur sipil negara (ASN). Inspektorat kemudian merekomendasikan pemberian hukuman disiplin ringan. Ucapan Syerly dinilai telah menimbulkan dampak negatif terhadap citra perangkat daerah dan mencerminkan sikap yang kurang tepat ketika warga sedang menyampaikan persoalan di hadapan kepala daerah.
Syerly telah menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya. Ia menjelaskan bahwa kalimat tersebut merupakan candaan spontan karena dirinya memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Ulfa.
Syerly juga menyatakan tidak bermaksud meremehkan atau mengejek keluhan warga. Sementara itu, Ulfa mengaku tidak mempermasalahkan ucapan tersebut karena telah mengenal dan memiliki hubungan baik dengan sang lurah.
Meski demikian, persoalan itu tetap mendapat perhatian dari kalangan DPRD Kota Medan. Anggota DPRD Medan, Robi Barus, mendesak agar Syerly dicopot dari jabatannya. Menurut dia, seorang lurah seharusnya menunjukkan empati dan memberikan respons yang baik ketika warga menyampaikan persoalan, terutama menyangkut keamanan lingkungan.
Dari sisi profil, Syerly merupakan ASN yang saat ini menjabat sebagai Lurah Paya Pasir. Kelurahan Paya Pasir berada di Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara.
Sebagai pimpinan pemerintahan di tingkat kelurahan, lurah memiliki peran penting dalam pelayanan masyarakat serta menjadi penghubung antara warga dan pemerintah daerah.
Kasus viral Lurah Syerly kembali menjadi perhatian netizen terkait pentingnya etika komunikasi pejabat publik. Kedekatan pribadi dengan warga dinilai tidak menghilangkan kewajiban seorang aparatur untuk tetap menjaga sikap profesional, terutama ketika menerima pengaduan yang berkaitan dengan kepentingan dan keselamatan masyarakat.
