Sampah Morowali 2025 Tembus 36 Ribu Ton, Bupati Iksan Turun Tangan

Bupati Kabupaten Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf/Foto Fifi Abdurahman Bupati Kabupaten Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf/Foto Fifi Abdurahman

Morowali, GPriority.co.id – Jumlah timbunan sampah di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada tahun 2025 tercatat sebanyak 36.314,95 ton, meningkat 16,74 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 31.107,13 ton.

Sementara itu, jumlah sampah yang berhasil ditangani pada tahun yang sama mencapai 3.357,51 ton.

Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menegaskan bahwa persoalan sampah di wilayahnya kini mulai teratasi. Ia mengatakan bahwa selama ini dirinya turun langsung mengatasi persoalan tersebut.

Bahkan, Iksan mengaku tidak menemukan tantangan berarti dalam penanganan sampah.

“Tantangannya sudah tidak ada lagi sampah. Karena saya turun tangan. 90 persen itu saya turun tangan, urusan sampah ini,” kata Iksan kepada wartawan di Rumah Jabatan Bupati, Jumat (5/12).

Ia menyebut langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap daerah Morowali, khususnya kawasan industri yang berada di wilayah desanya.

“Karena saya peduli dengan daerah ini, khususnya apalagi daerah industri itu, pas desa saya. Saya bilang kalau tidak ada uang rakyat atau uang daerah, saya pakai uang pribadi,” ucapnya.

Iksan juga mengaku sudah terbiasa melakukan kegiatan sosial, termasuk dalam penanganan sampah.

“Saya bilang tidak usah pusing. Sampai saya turunkan mobil-mobil saya. Satu kali saya angkut kemarin itu kurang lebih 300 ret. Alhamdulillah hari ini sudah mulai teratasi,” kata Iksan.

Ia menegaskan bahwa mulai Januari 2026, Morowali tidak boleh lagi dipenuhi sampah.

“Saya sudah berjanji, Januari 2026 tidak boleh ada sampah lagi. Kita lihat nanti tanggal 2. Saya ini siang malam mengingatkan para camat dan kepala desa. Tidak boleh dibiarkan, harus diselesaikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Iksan menjelaskan bahwa maraknya sampah di kawasan industri terjadi karena tidak adanya lokasi pembuangan. Ia menyampaikan bahwa Gubernur Sulawesi Tengah dan para pemangku kepentingan telah berupaya membantu penyediaan lahan.

“Pak Gubernur sudah kami konfirmasi, tolong bantu percepat penurunan status kawasan. Kita sudah diberikan kawasan IMIB seluas 20 hektare untuk lokasi pembuangan sampah,” pungkasnya.