Sejahtera Lewat Dunia Digital

Toraja Utara,Gpriority-” Sejahtera Lewat Dunia Digital” merupakan tema yang diangkat oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo dalam Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang digelar secara virtual di Toraja Utara, Sulawesi Selatan pada 30 Juli 2021.

Program kali ini menghadirkan 722 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari kreator konten, Valentina Melati; mompreneur sekaligus dosen UHW Perbanas Surabaya, Ika Yunia Fauzia; jurnalis, Budi Nurgianto; serta analis kebijakan di Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Iptek LIPI, Harini Yaniar. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Febrina Stevani selaku konsultan komunikasi. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.


Pemateri pertama adalah Valentina Melati yang membawakan tema “Indonesia #MakinCakapDigital Pentingnya Memiliki Digital Skills di Dunia Usaha Online”. Ia mengatakan bahwa pandemi turut mendorong perkembangan bisnis daring. Pelaku usaha daring harus memiliki kecakapan digital, salah satunya adalah konsistensi. “Kalau tidak konsisten, orang akan berpikir tokonya tutup,” ucapnya.

Berikutnya, Ika Yunia Fauzia menyampaikan materi berjudul “Beretika Digital untuk Sejahtera Secara Finansial”. Ika mengingatkan pengguna untuk meninggalkan jejak digital yang baik. Ia juga menguraikan hal-hal yang mesti dihindari ketika berinternet, di antaranya hoaks, ujaran kebencian, pornografi, perundungan, dan konten negatif. Terakhir, Ika memberikan tips sukses di internet, seperti berinteraksi yang baik, berpartisipasi, berkolaborasi, dan mencapai tujuan.

Sebagai pemateri ketiga, Budi Nurgianto membawakan tema “Cara Aman Belanja Online”. Dalam sesinya, ia menjabarkan gambaran pengguna internet, pasar daring, dan perilaku belanja daring di Indonesia. “Agar aman dan nyaman, hindari penggunaan wifi publik untuk belanja daring, gunakan situs belanja terpercaya, pilih penjual dengan reputasi baik, perhatikan dan teliti produk yang akan dibeli, gunakan rekening khusus, serta simpan bukti transaksi,” pesannya.

Adapun sebagai pemateri terakhir, Harini Yaniar, menyampaikan tema “Perlindungan Hak Cipta di Ranah Digital”. Harini menyampaikan bahwa dalam semua aktivitas digital seperti transaksi daring, belajar daring, sampai wisata daring, ada hak-hak moral dan ekonomi yang dilindungi. Ia juga menjelaskan tentang adaptasi ciptaan dalam ranah digital, serta pelanggaran hak cipta yang bisa terjadi terhadap karya tersebut.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan dilanjutkan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah seorang peserta, Veronica Rosmala, bertanya tentang tips memaksimalkan digital untuk bisnis dagang di tengah persaingan yang ketat. Ika mengatakan, dengan penduduk Indonesia sekitar 260 juta jiwa, tersedia pasar yang luas. Kalau sudah punya jaringan, itu adalah poin utama dalam kita mengejar target penjualan. “Semakin banyak jaringan yang kita punya, peluang penjualan semakin besar,” imbuhnya.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(Hs.Foto.dok.Dyandra Promosindo)

Related posts