Begini Cara Redam Berita Hoax

Enrekang,Gpriority-Berita hoax kembali marak di tengah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang diperpanjang menjadi PPKM level 4. Jika hal ini terus dibiarkan maka akan menimbulkan kemarahan masyarakat. Agar hal tersebut tidak terjadi Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo membahasnya di dalam Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang digelar secara virtual pada 30 Juli 2021 di Enrekang, Sulawesi Selatan.

Dalam program yang mengangkat tema “Bersama Lawan Kabar Bohong” hadir 619 peserta yang berasal dari berbagai kalangan. Berdasarkan pengamatan, para peserta tersebut nampak sangat serius memperhatikan paparan dari 4 narasumber.

” Ya, untuk program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Editor Kompas.com, Farid Assifa; penulis, Kartini Nainggolan; pegiat kesetaraan pendidikan, Muh. Nur; dan mahasiswi, Tesa Lonika R. Meluwu. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Noni Arnee selaku jurnalis,” ucap Dyandra Promosindo,Siberkreasi dan Kominfo.

Lebih lanjut dikatakan oleh ke-3 lembaga tersebut, untuk pemateri pertama adalah Farid Assifa. Farid membawakan tema “Jejak Digital dan Ancamannya”. Menurut dia, jejak digital bisa mengancam keamanan di dunia maya. Untuk itu, pengguna internet harus berhati-hati ketika sedang beraktivitas digital. “Hal-hal sangat personal dan data penting serta sensitif sebaiknya jangan diunggah ke media sosial,” katanya.

Berikutnya, Tesa Lonika R Meluwu menyampaikan materi berjudul “Sudah Tahukah Kamu Dampak Penyebaran Hoaks?”. Dia mengingatkan agar setiap informasi yang diterima hendaknya ditelaah dan dicari kebenarannya terlebih dahulu. “Bandingkan berita yang diterima dengan sumber terpercaya. Jika berita itu benar, bisa disebarkan. Jadi, jangan hanya melihat viralnya saja, tanpa mengetahui keadaan sebenarnya,” ujarnya.

Sebagai pemateri ketiga, Kartini Nainggolan membawakan tema “Mengenal Lebih Lanjut Cara Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital”. Menurut dia, media sosial digunakan sebagai wadah berekspresi, namun harus memperhatikan etika dalam menyampaikan pendapat. “Sampaikan dengan sopan, santun, baik, dan tepat. Walaupun pendapat benar, jika penyampaiannya tidak tepat, maka tidak akan menyebarkan kebaikan, malah bisa menyakiti orang lain,” tegasnya.

Adapun Muh Nur, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Tips dan Pentingnya Internet Sehat”. Dia mengatakan, di era digital, kita harus bisa menerapkan protokol sehat berinternet, baik tulisan, lisan, dan menjaga privasi. “Hal ini berguna agar informasi pribadi terjaga, meminimalisir pembajakan akun, dan terhindar dari perundungan siber,” ucapnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah satu peserta, Winarni Arry Ratri, bertanya tentang bagaimana tips untuk anak muda agar bisa memberantas hoaks di media sosial. Tesa Lonika menjelaskan, sebagai anak muda yang lebih memahami tren, hendaknya bisa menjadi warganet yang cerdas dengan selalu memeriksa ulang setiap informasi yang didapat. Selain itu, jangan ikut membagikan hoaks dan berani berbicara untuk meluruskan berita tersebut.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(Hs.Foto.Dyandra Promosindo)

Related posts