Transit Elevated Bus: Proyek Bus Layang China yang Kini Terbengkalai

Transit Elevated Bus (TEB), bus futuristis asal China yang dirancang untuk mengatasi kemacetan dengan melintas di atas kendaraan lain/Foto : Dok. Vox Transit Elevated Bus (TEB), bus futuristis asal China yang dirancang untuk mengatasi kemacetan dengan melintas di atas kendaraan lain/Foto : Dok. Vox

China, GPriority.co.id – Transit Elevated Bus (TEB), bus futuristis asal China yang dirancang untuk mengatasi kemacetan dengan melintas di atas kendaraan lain, berakhir sebagai proyek gagal. Setelah menarik perhatian dunia pada 2016, inovasi transportasi tersebut tidak berkembang menjadi layanan publik dan lokasi uji cobanya dibongkar pada 2017.

Mengutip laporan South China Morning Post (SCMP), TEB menjalani uji coba di Qinhuangdao, Provinsi Hebei, China, pada Agustus 2016. Kendaraan listrik berukuran besar ini dirancang memiliki ruang penumpang di bagian atas, sementara bagian bawahnya memungkinkan mobil melintas.

Konsep tersebut diharapkan menjadi alternatif pembangunan infrastruktur transportasi konvensional. Dengan desain yang menjulang di atas jalan, TEB digadang-gadang mampu mengangkut banyak penumpang tanpa sepenuhnya menghalangi arus lalu lintas.
Namun, realisasinya menghadapi berbagai persoalan, mulai dari keselamatan, keterbatasan desain, hingga kelayakan operasional dan pendanaan.

Desain Inovatif Dipertanyakan

Sejumlah pakar transportasi meragukan kemampuan TEB untuk diterapkan secara luas. Kendaraan yang terlalu tinggi untuk sebagian infrastruktur, kesulitan bermanuver di persimpangan, serta risiko interaksi dengan kendaraan di bawahnya menjadi persoalan utama.

Pakar transportasi Sun Zhang, sebagaimana dikutip SCMP pada Agustus 2016, mengatakan, “Keunggulan terbesar dari proyek ini adalah para perancangnya memiliki imajinasi yang luas.”

Meski mengakui kreativitas di balik konsep tersebut, penilaian itu tidak serta-merta membuktikan bahwa TEB layak digunakan sebagai angkutan umum.

Kritik juga datang dari Craig Hodgetts, arsitek yang pernah mengembangkan gagasan kendaraan sejenis bernama Landliner bersama Lester Walker pada 1969. Dalam wawancara dengan Quartz pada 2016, Hodgetts menyebut proyek TEB sebagai “immature project” atau proyek yang belum matang, serta menyoroti persoalan mendasar pada desainnya.

Jalur Uji Coba Dibongkar

Masalah proyek semakin terlihat ketika TEB tidak melanjutkan pengembangan setelah uji coba terbatas. Pada Juni 2017, pekerja mulai membongkar jalur pengujian sepanjang sekitar 300 meter di Qinhuangdao.

Menurut SCMP, seorang pejabat setempat yang tidak disebutkan namanya mengatakan kendaraan tersebut akan dipindahkan ke tempat parkir terdekat untuk penanganan selanjutnya. Kontrak penggunaan lokasi pengujian juga tidak diperpanjang.

Laporan Caixin Global pada Juni 2017 turut menyoroti persoalan pendanaan dan latar belakang pengembang. Proyek tersebut berkaitan dengan platform penggalangan dana yang menarik investasi masyarakat, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai pengelolaan keuangan dan kelanjutan pengembangan.

Kasus Transit Elevated Bus menjadi pelajaran bahwa inovasi transportasi tidak cukup mengandalkan desain futuristis. Keamanan, infrastruktur, pembiayaan, serta kelayakan operasional tetap menjadi faktor penting agar sebuah teknologi dapat diterapkan secara berkelanjutan.