Sering Gempa, Bangunan di Banten dan Sekitarnya Harus Gunakan Konstruksi Tahan Gempa

Jakarta, Gpriority.co.id – Wilayah Banten dan sekitarnya menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang kerap diguncang gempa bumi, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Atas dasar itu, Badan Geologi Kementerian ESDM merekomendasikan agar bangunan di wilayah tersebut menggunakan konstruksi tahan gempa.

Gempa terakhir yang terjadi di wilayah Banten dan sekitarnya terjadi pada 25 Februari 2024 dengan magnitudo (M5,7) pada kedalaman 10 km. Lokasi pusat gempa bumi terletak di Samudera Hindia pada koordinat 105,9 BT dan 7,61 LS, berjarak sekitar 85,7 km barat daya Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Penyebabnya adanya aktivitas zona penunjaman dengan mekanisme sesar naik berarah relatif barat laut – tenggara.

Plt. Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafid, Senin (26/2) seperti dilansir dari laman ESDM mengatakan kejadian gempa bumi tersebut diikuti oleh gempa bumi susulan yang terjadi pada pukul 22:04:56 WIB dengan magnitudo (M5,1).

Dalam catatannya, kurun waktu 5 tahun terakhir, setidaknya telah terjadi 4 gempa besar yang titik pusat gempanya (epicentrum) berada di kawasan Banten. Karenanya pihaknya merekomendasikan bangunan di Kabupaten Pandeglang, Lebak dan Sukabumi harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari risiko kerusakan.

“Bangunan di Kabupaten Pandeglang, Lebak dan Sukabumi harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari risiko kerusakan. Selain itu, harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi. Oleh karena wilayah bagian selatan Kabupaten Pandeglang, Lebak dan Sukabumi tergolong rawan gempa bumi dan tsunami, maka harus lebih ditingkatkan upaya mitigasi melalui mitigasi struktural dan non struktural,” tegasnya.

Foto: ESDM