Sering Matikan Motor Matic Lewat Standar Samping? Ini Dampak Buruknya

Ilustrasi motor matic. Foto: dok.GPriority Ilustrasi motor matic. Foto: dok.GPriority

Jakarta, GPriority.co.id – Sebagian besar sepeda motor, khususnya jenis matic, telah dilengkapi fitur Side Stand Switch atau sensor pada standar samping. Fitur ini dirancang untuk memberikan keamanan tambahan dan melindungi mesin.

Namun, kebiasaan mematikan mesin hanya dengan menurunkan standar samping tanpa menggunakan kunci kontak justru dapat berdampak buruk terhadap komponen motor.

Beberapa pengendara kerap memilih cara praktis ini saat menghentikan kendaraan. Padahal, menurut berbagai sumber, kebiasaan tersebut berpotensi merusak sejumlah komponen vital pada motor, mulai dari busi hingga aki.

Salah satu dampak paling umum adalah kerusakan pada busi. Proses pembakaran yang tidak sempurna akibat pemutusan arus secara tiba-tiba dapat menyebabkan penumpukan karbon, yang membuat busi cepat aus.

Tak hanya itu, sistem kelistrikan juga berisiko terganggu. Sensor pada standar samping bisa aus lebih cepat, sehingga memengaruhi fungsi saklar dan meningkatkan potensi terjadinya korsleting.

Komponen penting lainnya yang turut terdampak adalah Engine Control Unit (ECU). Sebagai pusat pengendali mesin, ECU membutuhkan proses pemutusan arus yang stabil. Jika motor sering dimatikan lewat standar samping, kinerja ECU dapat menurun, yang berujung pada gangguan sistem pengapian.

Dari sisi keselamatan, kebiasaan tersebut juga meningkatkan risiko kecelakaan. Ada kemungkinan pengendara lupa menaikkan standar samping saat mulai berkendara, yang dapat menyebabkan motor kehilangan keseimbangan.

Selain itu, aki juga bisa cepat tekor. Ini karena pemutusan arus melalui sensor tidak sepenuhnya mematikan aliran listrik, terutama pada motor yang masih menggunakan lampu halogen. Jika dibiarkan, kapasitas aki akan terus menurun dan akhirnya soak.

Untuk menjaga performa dan umur pakai motor, pengendara disarankan untuk selalu mematikan mesin melalui kunci kontak terlebih dahulu, kemudian menurunkan standar samping. Langkah sederhana ini terbukti lebih aman dan efektif mencegah kerusakan dini pada komponen kendaraan.