Soal Perubahan Penyelenggaraan Haji 2026, Ini Kata Kemlu RI

Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, pada agenda konferensi pers hari Jumat (13/3) kemarin di Kemlu RI/Foto : Dok. GPriority (Nindya Farhah Azzahrah) Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, pada agenda konferensi pers hari Jumat (13/3) kemarin di Kemlu RI/Foto : Dok. GPriority (Nindya Farhah Azzahrah)

Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) membuka suara terkait perubahan penyelenggaraan haji 2026.

Disampaikan oleh Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, hingga saat ini pemerintah Arab Saudi belum secara resmi mengumumkan rencana perubahan penyelenggaraan haji 2026 tersebut.

“Betul, memang kemarin Kementerian Haji sudah menyampaikan bahwa Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi belum mengumumkan adanya perubahan terkait penyelenggaraan ibadah haji pada tahun 2026,” jelas Heni pada agenda konferensi pers hari Jumat (13/3) kemarin di Kemlu RI.

Sebelumnya rencana tersebut disampaikan usai meningkatnya ekskalasi konflik di kawasan TImur Tengah yang dipicu perang terbuka antara AS-Israel dengan Iran.

Kendati demikian, Heni menambahkan, saat ini pelaksanaan ibadah haji masih berjalan sesuai rencana dan belum ada skenario perubahan dari pihak pemerintah Arab Saudi.

Apabila nantinya ada perkembangan lebih lanjut, ujarnya, informasi resmi akan disampaikan oleh otoritas terkait. Ia pun mengimbau masyarakat Indonesia untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi serta tetap merujuk pada informasi resmi dari pemerintah.

“Jadi untuk saat ini, kepada masyarakat, khususnya calon jemaah haji, diimbau untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi serta tetap merujuk pada informasi resmi dari pemerintah yang akan disampaikan secara berkala,” pungkasnya.

Sementara itu sebelumnya Presiden Prabowo Subianto melalui Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnnil Anzar Simanjuntak, menegaskan jika keselamatan jemaah haji menjadi fokus pemerintah saat ini.

Dahnil menyebut, pemerintah pun tengah menyusun berbagai upaya dan skenario dalam penyelenggaraan haji yang dijadwalkan pada bulan April mendatang.

Guna merumuskan langkah-langkah tersebut, pemerintah juga akan terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah.

“Jadi, kita menyiapkan berbagai skenario dengan orientasi utama memastikan keselamatan warga negara Indonesia yang akan menunaikan ibadah haji pada bulan April,” sebut Dahnil.