Banten, GPriority.co.id – Pemerintah menyiapkan sejumlah pelabuhan penyeberangan tambahan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dan penumpang pada arus mudik Lebaran 2026 dari Pulau Jawa menuju Sumatera.
Kesiapan tersebut dipastikan saat Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno meninjau Pelabuhan Merak, Banten, Jumat (13/3).
Dudy mengatakan, pada masa angkutan Lebaran tahun ini pemerintah menyiapkan empat pelabuhan penyeberangan dari Jawa menuju Sumatera guna mengurai kepadatan yang selama ini terpusat di Pelabuhan Merak.
Empat jalur penyeberangan tersebut meliputi rute Merak–Bakauheni, Ciwandan–PT Wijaya Karya Beton, Ciwandan–Bakauheni, serta BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan jalur PT Krakatau Bandar Samudera–Pelabuhan Panjang sebagai rencana cadangan apabila terjadi lonjakan kendaraan.
“Pada masa angkutan lebaran 2026 akan disediakan empat pelabuhan penyeberangan dari Jawa menuju Sumatera dengan jumlah kapal yang bertambah dari tahun sebelumnya. Kami harap arus kendaraan menuju Sumatera lebih lancar lagi,” kata Dudy dalam keterangannya.
Menurut Dudy, penyediaan beberapa pelabuhan alternatif ini diharapkan dapat mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata sehingga penumpukan di satu titik pelabuhan dapat dihindari.
Selain menyiapkan pelabuhan penyeberangan, Kementerian Perhubungan juga menyiapkan sejumlah buffer zone di sekitar kawasan Merak untuk menampung kendaraan apabila terjadi antrean menuju pelabuhan.
Buffer zone tersebut berada di jalur arteri seperti area parkir Munic Line dan Cikuasa Atas, serta di beberapa rest area jalan tol yakni KM 13A, KM 43A, dan KM 68A. Sementara di area pelabuhan, titik penampungan juga disiapkan di Pelabuhan Merak, Pelabuhan Indah Kiat, BBJ Bojonegara, dan Ciwandan.
Dudy memperkirakan puncak arus mudik penyeberangan dari kawasan Merak akan terjadi pada 18 Maret 2026. Namun lonjakan kendaraan diprediksi sudah mulai terjadi sejak pertengahan Maret.
“Prediksi arus puncak mudik penyeberangan dari kawasan Merak di tanggal 18 Maret, tetapi kami juga mengantisipasi kemungkinan sudah mulai terjadi lonjakan mulai nanti malam hingga tanggal 15 Maret 2026,” tutur Dudy.
Sementara itu, Menko PMK Pratikno menilai periode mudik tahun ini cukup panjang karena bertepatan dengan akhir pekan, kebijakan work from anywhere (WFA), cuti bersama, serta libur Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri. Kondisi ini diharapkan dapat membuat arus mudik dan arus balik lebih tersebar.
“Tanggal 13 Maret ini sudah mulai weekend, disambut dengan work from anywhere (WFA), disambung cuti bersama lalu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri. Setelah itu ada WFA lagi dan baru masuk kerja bagi ASN di tanggal 30 Maret. Dengan rentang panjang ini kami harapkan ada distribusi mudik dan balik yang merata,” jelas Pratikno.
Pratikno berharap semua pihak dapat bersinergi, responsif, serta melayani perjalanan masyarakat dengan ramah sehingga perjalanan mudik dapat berlangsung nyaman, aman, dan selamat.
