Sorong Memacu Investasi Pertanian dan Perkebunan

Sorong,Gpriority.co.id-Provinsi Papua Barat memiliki sejumlah potensi pertanian dan perkebunan. Kota Sorong adalah salah satu wilayah yang memiliki potensi tersebut. DPMPTSP setempat pun telah membuka kran investasi pada bidang pertanian dan perkebunan dengan lebih mudah.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sorong mencatat terdapat sejumlah produksi kebun yang dihasilkan wilayah Kota Sorong yang diantaranya, perkebunan karet yang menghasilkan latex dan lumb, perkebunan kelapa sawit berupa tandan buah segar dan perkebunan kakao berupa buah basah. Menariknya, perusahaan perkebunan di Sorong mempunyai unit pengolahan sendiri sehingga produk yang dipasarkan sudah dalam bentuk barang hasil olahan. Produk olahan adalah produksi primer yang telah diolah menjadi suatu bentuk barang jadi atau barang setengah jadi, sehingga nilai ekonomisnya lebih tinggi.

Gambaran lainnya, Presiden Joko Widodo saat melakukan penanaman benih jagung dengan para petani di Kelurahan Klamesen, Kecamatan Mariat, Kabupaten Sorong pada tahun 2021 begitu meyakini bahwa Papua Barat memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai daerah produsen utama komoditas pertanian di Indonesia Timur. Oleh karena itu, pemerintah akan terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian di seluruh kabupaten yang ada di Provinsi Papua Barat. Kepala Negara menyebutkan bahwa wilayah Indonesia Timur memiliki lahan pertanian yang sangat luas. Namun, lahan pertanian tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal.

Kadis DPMPTSP Kota Sorong saat ditemui dalam workshop dan sosialisasi Penilaian Kinerja PTSP dan Kinerja PBB tahun 2022 di Jakarta menyebutkan di wilayahnya sudah terdapat 680 lebih investor. Invetor tersebut kebanyakan dalam bidang pertanian dan perkebunan. Sayangnya investasi yang dikucurkan masih dalam ukuran standar belum sesuai dengan yang diharapkan. Menurutnya anggaran yang masih minim, serta kekurangan SDM dan fasilitas masih mendera Kota Sorong untuk lebih menarik investor. Bahkan untuk Mal Pelayanan Publik pun belum tersedia di wilayah Sorong. Karena dirinya baru menjabat selama satu bulan sebagai Kadis DPMPTSP Kota Sorong, maka program dari pendahulunya masih dijalankan.

DPMPTSP Kota Sorong sendiri sangat mengapresiasi ajang workshop dan sosialisasi Penilaian Kinerja PTSP dan Kinerja PBB tahun 2022. Menurutnya sosialisasi ini sangat luar biasa bagi daerah. Terdapat keuntungan bagi daerah, khususnya dalam pengembangan PTSP di daerah masing-masing. Jadi selepas workshop dan sosialisasi Penilaian Kinerja PTSP dan Kinerja PBB tahun 2022 di Jakarta ada ilmu yang dapat dibawa pulang oleh para DPMPTSP daerah. “Kalau kita kerja sungguh-sungguh, tentu investasi akan meningkat dengan sendirinya,” ujarnya.

Sekadar informasi, dalam hal perizinan semua sudah link dalam satu sistem terlampir di dalam PP 5 tahun 2021 tentang pelayanan perizinan berbasis risiko. Apalagi semua provinsi di tanah Papua juga memiliki kekhususan melalui undang-undang otonomi khusus sehingga dalam pelaksanaannya perlu juga diperhatikan tentang kekhususan di tanah Papua. (PS)