Stok BBM Menipis, Bahlil Minta Shell Tak PHK Karyawannya

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, minta Shell tak PHK karyawannya/Foto : Dok. Golkarpedia Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, minta Shell tak PHK karyawannya/Foto : Dok. Golkarpedia

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) Bahlil Lahadalia meminta Shell Indonesia untuk tidak melakukan PHK massal karyawannya, akibat stok BBM yang menipis.

Permintaan ini diutarakan Bahlil usai video karyawan Shell tentang masalah tersebut viral di media sosial. Seperti dikutip dari ANTARA, Bahlil menyatakan bahwa pihak Shell telah setuju untuk mengikuti peraturan yang diberlakukan.

“Saya sudah minta untuk mereka, tidak boleh ada gerakan tambahan. Kita ingin semuanya harus damai. Tapi juga harus kita mengerti bahwa mengelola negara ini ada aturan main. Saya yakin mereka juga punya hati yang baik,” ungkapnya.

Bahlil turut mengonfirmasi bahwa SPBU Swasta termasuk Shell, akan membeli stok BBM tambahan melalui skema kerja sama impor dengan Pertamina, dengan syarat BBM yang disediakan berupa bahan bakar dasar murni yang kemudian akan mereka campur sendiri di tangki penyimpanan mereka.

Kesepakatan tersebut juga mengatur adanya joint surveyor yang disetujui oleh kedua belah pihak, guna memastikan kualitas bahan bakar tetap terjaga. Bahlil turut menekankan pentingnya keadilan dalam penentuan harga, supaya tidak adanya pihak yang dirugikan dikemudian hari.

Sementara untuk pihak Pertamina, Bahlil meminta mereka untuk meningkatkan kualitas layanan agar lebih kompetitif dengan SPBU swasta.

Sebelumnya, Shell Indonesia juga telah menanggapi spekulasi tentang kemungkinan PHK. Dalam pernyataan pada 16 September lalu sebagaimana dilaporkan dan dikonfirmasi oleh ANTARA, Ingrid Siburian, Presiden Direktur & Direktur Utama Mobility Shell Indonesia, mengklarifikasi bahwa perusahaan telah menyesuaikan operasional karena terbatasnya ketersediaan jenis BBM tertentu.

“SPBU Shell tetap melayani para pelanggan dengan produk BBM yang masih tersedia dan layanan lainnya; termasuk Shell Select, Shell Recharge, bengkel, dan pelumnas Shell,” tegasnya.

Namun, beliau menegaskan bahwa tidak ada rencana untuk menutup SPBU atau melakukan PHK terhadap karyawan. Selain itu Ingrid menyatakan jika pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait pemulihan pasokan BBM bensin pada jaringan SPBU mereka di tanah air.