Jakarta, GPriority.co.id – Belakangan, kasus keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis) semakin banyak ditemukan di sejumlah daerah. Melihat hal tersebut, Mensesneg (Menteri Sekretaris Negara) Prasetyo Hadi pun menyampaikan permintaan maafnya.
Menurut laporan terbaru yang dikutip dari ANTARA pada Senin (22/9), ratusan siswa di Garut (Jawa Barat) dan Banggai Kepulauan (Sulawesi Tengah), dilaporkan keracunan usai mengonsumsi MBG.
Di Garut, 657 siswa terdampak, sementara 10 lainnya masih menjalani perawatan hingga 19 September lalu. Menanggapi situasi ini, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pun menyampaikan permintaan maaf kepada publik.
“Atas nama pemerintah dan Badan Gizi Nasional, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Kasus-kasus ini bukanlah sesuatu yang kami inginkan atau harapkan,” ujar Prasetyo melalui situs resmi Sekretariat Negara pada Jumat (19/9) lalu.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah serius menangani masalah ini dan Badan Gizi Nasional (BGN) akan memimpin proses evaluasi untuk meningkatkan program dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Sebelumnya, Institute for Development of Economics and Finance (Indef), menemukan 4000 kasus keracunan selama pelaksanaan MBG dalam 8 bulan terarkhir, sejak dimulai pada 6 Januari 2025.
Meski pihak Indef telah mendesak pemerintah untuk menghentikan sementara program tersebut dan perlu adanya evaluasi secara menyeluruh, namun pemerintah melalui Mendikdasmen (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah) Abdul Mu’ti, menegaskan jika program ini akan terus berjalan.
“MBG sesuai dengan arahan Bapak Presiden, tetap akan jalan terus. Secara bertahap akan disempurnakan dan ditingkatkan,” tekannya.
Rencananya, program MBG akan mengalami perluasan dengan anggaran yang dinaikkan secara drastis menjadi Rp335 triliun di tahun 2026. Sebagai informasi, di tahun 2025 anggarannya hanya sebesar Rp71 triliun. Namun pihak Indef berpendapat, jika masalah mendasar saja tidak segera dibenahi, khawatirnya program ini akan kembali menambah korban keracunan.
Oleh karenanya, Indef menekankan, kasus keracunan MBG harus segera diatasi dan keselamatan para penerima manfaat program tersebut harus menjadi prioritas.
