Jakarta, GPriority.co.id – PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) menyiapkan langkah antisipatif menghadapi lonjakan kebutuhan pangan selama Ramadan dan Idulfitri 2026 yang dipastikan meningkat.
Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya, Dodot Tri Widodo, mengatakan hari besar keagamaan selalu diikuti kenaikan konsumsi pada sejumlah komoditas, seperti beras, telur, minyak goreng, dan tepung terigu.
“Kalau beras kenaikannya tidak terlalu banyak, kurang lebih sekitar delapan persen, sedangkan telur ayam sekitar 7-17 persen, jadi memang konsumsinya naik,” kata Dodot dalam acara Balkoters Talk bertajuk ‘Kesiapan Tiga Pangan BUMD Pangan Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/2).
Untuk mengamankan pasokan beras, Food Station memperluas kerja sama lintas daerah dengan dua pola, yakni standby buyer (membeli gabah dari daerah penghasil) dan on farming (pembiayaan petani untuk menanam padi).
“Dalam memenuhi stok beras itu kami bekerja sama dengan daerah-daerah, mulai dari Lampung, kemudian di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, bahkan terakhir kami di Bali,” ujar Dodot.
Selain menjaga pasokan, Food Station juga menggencarkan operasi pasar murah bersubsidi guna menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.
“Pasar murah itu kami jalan setiap hari 10 titik di kelurahan-kelurahan, di rusun, untuk melayani kebutuhan masyarakat, terutama menengah ke bawah untuk menjangkau harga pangan yang murah,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menegaskan tidak boleh ada lonjakan harga maupun kekurangan stok pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri. Ia meminta seluruh BUMD pangan, khususnya Food Station, memastikan ketersediaan komoditas utama tetap aman.
“Kalau kata Pak Gubernur, tidak ada alasan lagi Pemprov DKI tidak bisa memenuhi kebutuhan pokok warga. Jangan sampai ada kagetan menjelang Ramadan dan Idulfitri,” ucapnya.
Berdasarkan proyeksi Pemprov DKI Jakarta, konsumsi pangan memang meningkat saat Ramadan dan melonjak lebih tinggi menjelang Idulfitri.
Menjelang Ramadan, kebutuhan telur diperkirakan naik 7,5 persen, daging sapi dan kerbau 3,57 persen, bawang putih 3,57 persen, cabai rawit 3,05 persen, serta bawang merah 2,89 persen.
Sementara menjelang Idulfitri, lonjakan lebih tinggi terjadi pada telur ayam yang mencapai 17,20 persen, disusul daging ayam 10,77 persen, bawang merah 10,67 persen, minyak goreng 9,67 persen, dan cabai rawit 9,18 persen.
Lonjakan dua digit pada telur ayam serta kenaikan hampir 10 persen pada minyak goreng menjadi perhatian khusus, mengingat kedua komoditas ini sangat dekat dengan kebutuhan rumah tangga dan pelaku UMKM makanan.
