Jakarta, GPriority.co.id – Menjalani peran sebagai ibu sekaligus pekerja profesional masih menjadi tantangan besar bagi jutaan perempuan di seluruh dunia.
Di tengah tuntutan karier yang semakin tinggi dan tanggung jawab keluarga yang tidak berkurang, banyak ibu bekerja harus berjuang menemukan keseimbangan yang sering kali terasa mustahil.
Dikutip dari artikel berjudul “The Impossible Balance: How Working Mothers Navigate Parenting, Careers and Family Life” dari WIO News, menyoroti bagaimana para ibu modern menghadapi tekanan ganda antara pekerjaan dan pengasuhan anak.
Bagi banyak perempuan, tidak ada pemisahan yang jelas antara kehidupan profesional dan kehidupan keluarga. Keduanya berjalan bersamaan setiap hari.
Sebuah studi terbaru dari Pew Research Center menunjukkan bahwa 70 persen orang tua yang bekerja penuh waktu mengaku harus menjalankan tugas pekerjaan dan pengasuhan secara bersamaan.
Namun, beban tersebut lebih banyak dirasakan oleh para ibu dibandingkan ayah. Bahkan, 52 persen ibu mengatakan bahwa memiliki anak memperlambat perkembangan karier mereka, sementara pada ayah angkanya hanya 38 persen.
Peneliti Pew Research Center, Anna Brown Lin, menjelaskan bahwa tantangan ini tidak hanya dialami oleh sebagian kecil perempuan.
“Bukan berarti para ayah tidak mengalami tantangan dalam menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan keluarga. Hanya saja para ibu mengalami lebih banyak tantangan tersebut,” kata Lin.
Data yang sama juga menunjukkan bahwa 65 persen ibu bekerja merasa tidak memiliki cukup waktu untuk berolahraga, jauh lebih tinggi dibandingkan ayah yang berada di angka 52 persen.
Selain itu, para ibu lebih sering merasa kekurangan waktu untuk beristirahat, menjalani hobi, hingga bersosialisasi dengan teman dan pasangan.
Tantangan lainnya adalah apa yang sering disebut sebagai mental load atau beban mental. Meski sama-sama bekerja penuh waktu, banyak ibu masih menjadi pihak utama yang mengatur kebutuhan rumah tangga, jadwal sekolah anak, hingga urusan domestik lainnya.
Sebanyak 63 persen ibu mengaku mengerjakan sebagian besar pekerjaan rumah tangga, sementara banyak ayah menilai tugas tersebut sudah dibagi secara merata.
Meski demikian, bekerja juga memberikan manfaat besar bagi keluarga. Sebanyak 83 persen keluarga dengan kedua orang tua yang bekerja penuh waktu mengaku kondisi finansial mereka menjadi lebih baik.
Selain itu, banyak ibu merasa pekerjaan membantu mereka mempertahankan identitas diri, meningkatkan rasa percaya diri, dan menjadi teladan bagi anak-anak mereka.
Fenomena ini menunjukkan bahwa perjuangan ibu bekerja bukan sekadar soal membagi waktu. Di balik kesuksesan karier dan kebahagiaan keluarga, terdapat upaya besar untuk menjalankan dua peran penting sekaligus, sebuah keseimbangan yang hingga kini masih menjadi tantangan bagi banyak perempuan di seluruh dunia.
