Tahun ini Bethlehem Membatasi Perayaan Natal

Bethlehem, GPriority.co.id – Bethlehem, Kota Bibel di Tepi Barat membatalkan kegiatan perayaan Natal yang setiap tahunnya mendatangkan ribuan turis mancanegara untuk tahun ini. Ini merupakan buntut dari serangan Israel yang membabi buta di Gaza. Kesedihan nampak jelas dalam peringatan Natal kali ini.

Paus Fransiskus dalam pesan Natalnya menyampaikan bahwa hati umat Katolik sedunia saat ini berada di Bethlehem. “Malam ini, hati kami ada di Bethlehem, di mana Pangeran Perdamaian sekali lagi ditolak oleh logika perang yang sia-sia, oleh bentrokan senjata yang bahkan hingga saat ini menghalangi ia untuk mendapatkan ruang di dunia,” ujarnya dikutip dari Al Jazeera.

Kementerian Kesehatan Palestina mencatat hingga 25 Desember sudah 20,424 jiwa melayang sejak serangan membabi buta Israel dilakukan. Mayoritas dari jiwa-jiwa yang hilang itu adalah perempuan dan anak-anak. Disisi lain isolasi atas Gaza oleh Israel membuat harapan hidup rakyat Palestina menipis. “Banyak orang yang sekarat untuk tanah ini,” kata Nicole Najjar, pelajar yang berusia 18 tahun. Kondisi itu membuatnya sulit merayakan Natal saat orang-orang tengah sekarat.

Senada, Suster Nabila Salah dari Gereja Suci Katolik di Gaza mengatakan, bagaimana kami bisa merayakan Natal sementara suara bom dan tank bergemuruh mengalahkan suara bel. Pekan lalu dua perempuan Katolik terbunuh di dekat Gereja oleh penembak jitu Israel. Fadi Sayegh yang tengah berada di rumah sakit mengungkapkan keluarganya sebelumnya telah mendapat izin bepergian ke Betlehem untuk merayakannya namun dia memutuskan tidak akan merayakan Natal tahun ini. “Tidak ada kegembiraan. Tidak ada pohon Natal, tidak ada dekorasi, tidak ada makan malam keluarga, tidak ada perayaan,” ujarnya saat menjalani cuci darah. “Saya berdoa agar perang ini segera berakhir,” harapnya.

Menteri Pariwisata Palestina, Rula Maayah menjelaskan Bathlehem merayakan Natal dengan kesedihan mengingat apa yang terjadi di Gaza dan Tepi Barat termasuk seluruh wilayah Palestina. Sebagai gambaran, Bethlehem tidak lagi menampilkan pohon Natal raksasa, marching band, dan tempat kelahiran Yesus yang flamboyan tahun ini, dan hanya memilih beberapa lampu yang meriah.

Sementara Hamas dalam pernyataannya menyayangkan Natal kali ini diperingati dengan serangan Israel yang menargetkan semua masjid dan gereja. Pihak Hamas sendiri mengapresiasi umat Kristen yang membatasi perayaan Natal pada tahun ini dan berempati dengan masyarakat Gaza yang menderita akibat serangan brutal Israel. Dalam penutupnya Hamas menyampaikan bahwa masyarakat Palestina baik Muslim maupun Kristen bersatu dalam jalur ketahanan, menjaga identitas mereka, dan melindungi kesucian Islam dan Kristen mereka.

Foto : Wiki