Tak Melulu Batubara, Berau Punya Kampung Teluk Semanting

Penulis : Dimas A Putra | Editor : Lina F | Foto : YKAN.or.id

Jakarta, GPriority.co.id – Kabupaten Berau merupakan salah satu kabupaten yang masuk ke dalam Provinsi Kalimantan Timur atau Kaltim. Letaknya tepat disebelah utara dari Ibukota Provinsi Kaltim yakni Balikpapan. Secara geografis wilayah Berau memiliki luas 34.127,47 km2 terdiri dari daratan seluas 21.942,37 km2 dan luas laut 15.020,00 km2, serta terdiri dari 52 pulau besar dan kecil dengan 13 Kecamatan, 10 Kelurahan, 100 Kampung/Desa, luas bukan? tentu saja.

Tak banyak diketahui orang, Berau dikenal akan sumber daya alamnya yang melimpah seperti batu bara, hingga data yang dihimpun GPriority setidaknya produksi batubara di Berau pada tahun 2014 sebesar 24.58 Juta Metrik Ton, tentu angka ini dapat berubah setiap tahunnya bisa turun atau naik.

Tak melulu batubara, Berau ternyata memiliki pontesi wisata alam yang tak kalah menakjubkan, mulai dari wisata pantai hingga yang terbaru ekowisata mangrove yang berada di Kampung Teluk Semanting dengan menawarkan paket wisata sekaligus edukasi tentang habituasi Mangrove.

Ekowisata Mangrove ini telah diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Berau pada 3 Mei 2023 lalu dengan dukungan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan Special Missions Vehicles (SMV) Kementerian Keuangan, yang terdiri dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), PT Geo Dipa Energy (Persero), PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero), PT Indonesia Infrastructure Finance, dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia.

Dihimpun melalui sumber ykan.or.id, kurang lebih sekitar 750 hektare luas ecowisata Mangrove itu dan diperkuat melalui Surat Keputusan Bupati Berau nomor 483 tahun 2022 tentang Penetapan Ekosistem Mangrove di Areal Penggunaan Lain (APL) Kampung Teluk Semanting sebagai Ekowisata Mangrove Berkelanjutan Berbasis Masyarakat yang dikelola oleh Tim Pengelola Mangrove Kampung Teluk Semanting.

Dengan begitu tak perlu khawatir mengenai legitimasi kawasan tersebut, disini kamu dapat menikmati hamparan mangrove yang asri sekaligus belajar mengenai ekosistem mangrove. Lalu, kawasan ekowisata ini juga dilengkapi jembatan titian, pusat informasi dan penjualan cenderamata hasil karya warga setempat, tak hanya itu terdapat pula menara pantau untuk wisata pengamatan burung, hingga fasilitas camping bagi pengunjung yang ingin menginap.

Yang jadi perhatian juga, Ekowisata Mangrove yang baru diresmikan ini ternyata masuk kedalam nominasi Anugerah Desa Wisata oleh Kemenparekraf. Hal ini pastinya menambah daya tarik para pelancong untuk menjajal wisata sekaligus edukasi di Kampung Teluk Semanting.

Namun dibalik semua itu, hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem terpenting pada kawasan pesisir, yang menyediakan beragam jasa lingkungan bagi masyarakat setempat. Melihat hal tersebut, peran penting masyarakat dan juga wisatawan dalam melestarikan kawasan ini juga diperlukan, seperti tidak membuang sampah sembarangan hingga merusak hutan mangrove.

Tertarik liburan kesana? yuk kunjungi.