Tambah Penghasilan dengan Menangkap Peluang dan Investasi Usaha di Internet

Bulukumba,Gpriority-Sebanyak 1.608 peserta mendaftarkan dirinya untuk mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 1 Desember 2021 di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Menjual Jasa dan Karya Lewat Internet”.

Empat orang narasumber tampil dalam seminar kali ini. Masing-masing yakni, Digital Entrepreneur & Public Speaking Coach Maya Oktharia, Blogger & Lifestyle Content Creator Zilqiah Angraini, Peneliti sekaligus Pegiat Literasi Sosial dan Budaya Badruzzaman, serta Trainer & Digital Marketing Communication Diaz Yasin Apriadi. Sedangkan moderator yaitu Humaerah selaku jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Selanjutnya, sesi pemaparan diawali dengan materi bertema “Tren Pekerjaan dan Usaha di Dunia Digital”yang dibawakan oleh Maya Oktharia. Menurut dia, sejumlah pekerjaan yang berkembang di era digital, antara lain kreator konten, digital marketer, programmer, gamer, desain grafis, desain website, dan konsultan daring. Usaha lain yang juga tumbuh yaitu bisnis kuliner daring, kursus daring, reseller, dan investasi daring. “Keterampilan digital bisa dilakukan otodidak dan gratis,” ujarnya.

Selanjutnya, Zilqiah Angraini menyampaikan paparan berjudul “Cara Berinteraksi dan Kolaborasi di Ruang Digital”. Ia mengatakan, etika yang harus diterapkan saat mengikuti rapat daring, antara lain masuk secara virtual lebih awal, pahami aturan rapat, pilih tempat yang sesuai, serta jangan memotong pembicaraan. Adapun hal yang perlu dihindari, yaitu mendominasi percakapan, menggunakan kata-kata yang sulit dimengerti, dan mengumbar informasi pribadi. “Inti etika komunikasi adalah bagaimana kita menghargai orang lain dalam bersosialisasi,” imbuh dia.

Pemateri ketiga, Badruzzaman, memaparkan materi bertema “Literasi Digital Bagi Guru dan Siswa”. Menurut dia, kendala yang kerap ditemui guru dalam pembelajaran daring, antara lain kurang menguasai teknologi dan tidak disiplin baik dalam mengikuti jadwal mengajar atau dalam pengumpulan tugas. Semestinya, guru siap beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital atau menjadikannya sebagai gaya hidup. Selain itu, komunikasi orang tua dan guru juga perlu dijaga selama proses belajar daring. “Buatlah forum diskusi berbasis media sosial,” katanya.

Diaz Yasin Apriadi sebagai narasumber terakhir menyampaikan paparan berjudul “Pentingnya Perlindungan Hak Paten di Ranah Digital”. Ia mengatakan, hak cipta akan diperoleh secara otomatis dan eksklusif oleh pencipta tanpa perlu mendaftarkannya. Sementara hak paten merupakan hak eksklusif yang diberikan negara kepada inventor atas hasil invensinya dengan cara mengajukan permohonan. Invensi diartikan sebagai ide inventor yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi berupa produk atau proses. Pengusaha kecil perlu memiliki hak paten untuk ciri khas sekaligus menjadi pengingat konsumen. “Saat bisnis mulai berkembang, tentu peniru akan banyak, sehingga ada potensi merek Anda akan didaftarkan lebih dulu oleh orang lain,” jelas dia.

Setelah pemaparan seluruh materi, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu Humaerah. Para peserta tampak antusias dan mengirimkan banyak pertanyaan. Panitia memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Salah seorang peserta, Bintang W, bertanya tentang kiat berinvestasi bagi pemula dan minim resiko. Menanggapi hal tersebut, Maya Oktharia bilang, instrumen investasi yang cocok bagi pemula dapat dimulai dengan jenis reksadana dan emas.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (Hs.Foto.Dyandra Promosindo)

Related posts