Tanggung Jawab Berat, Gaji Dokter di Indonesia Masih Kecil

Jakarta, GPriority.co.id – Siapapun pasti setuju jika profesi dokter memiliki tanggung jawab yang berat dan juga berisiko, karena menyangkut keselamatan nyawa manusia. Hingga akhirnya, banyak yang mengira jika dokter pasti memiliki gaji yang tinggi.

Belum lagi, profesi dokter membutuhkan biaya pendidikan yang tak sedikit. Begitupun juga dengan masa pendidikannya yang terbilang lama dibandingkan profesi lainnya.

Berdasarkan data yang dilansir dari Katadata, sebanyak 83,85% dokter umum ternyata tak mendapatkan gaji yang sesuai standar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), yaitu sebesar Rp12,5 juta – Rp15 juta perbulan.

Bahkan, sebagian dokter umum yang mendapat gaji sesuai standar, harus bekerja lebih dari satu tempat, dengan jam kerja yang lebih dari jam kerja rasional, yaitu 42,1 jam per minggu.  

Menurut data tersebut, hanya sekitar 5,53% dokter umum yang mendapat gaji sesuai standar dengan praktik di satu tempat, dengan jam kerja rasional.

Faktanya, saat ini dilaporkan jika dokter umum pengganti atau dokter klinik biasanya dibayar dengan alokasi “uang duduk” dan “uang berpasien”, dengan jumlah Rp1.000- Rp4.000 per pasien.

Sedangkan, 26,24% dokter umum mengaku mendapat gaji dibawah Rp3 juta sebulan. Kebanyakan mereka yaitu dokter puskesmas, dokter pengganti di klinik, di sekitar wilayah Jawa Barat dan Jakarta.

“Idealnya memang harus dikasih fixed salary, tapi jujur memang belum kuat kapasitas keuangan kita. Tapi ini harus dimulai,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin saat disingung soal gaji dokter di Indonesia.

Foto : Ilustrasi / Freepik