Tekan Pengangguran, Pj Bupati Aceh Tamiang Sebut Bercocok Tanam Jadi Referensi

Aceh, GPriority.co.id – Usai tinju ketersediaan bahan pokok serta harga di pasar Kota Kualasimpang, Pj Bupati Aceh Tamiang, Aceh, Asra melanjutkan dengan meninjau langsung ke lapangan, yakni di salah satu lahan perkebunan cabai di Kecamatan Bendahara, Selasa (23/7) siang kemarin.

Seribuan pohon cabai muda tumbuh subur di atas lahan seluas 4.000 meter persegi. Mulsar plastik terbentang di atas tiap bendeng, berfungsi sebagai pengendali gulma atau rumput.

“Dari awal berkebun disini, saya didampingi terus oleh petugas Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bendahara secara kontinue,” kata petani cabai, Misnan (41), memulai dialog dengan Pj Bupati.

Misnan mengaku, sejak mendapatkan pendamping petugas BPP dalam berkebun, manfaat serta hasil yang didapat lebih meningkat dari sebelumnya; ketika bertani secara otodidak.

Sebelumnya, kata Misnan, sumber pendapatannya selama ini memang dari tani. Namun, jauh sebelum mendapatkan pendampingan BPP, ia bertani secara alami, dan bukan di atas lahan saat ini.

“Ada kalender sendiri, sebagai patokan berkebun. Dari tanam hingga masa panen, kita bisa tau berapa lama,” katanya.

Di samping itu, ketersediaan sumber air yang cukup yang ada di lahan itu membuatnya jarang mengistirahatkan ladangnya tersebut.

Kepada Pj Bupati, Asra, Misnan mengungkapkan jika dirinya memang rutin menanam tanaman cabai merah. Namun, di masa-masa tertentu ia menanam tanaman varietas lain, seperti semangka, melon, timun, dan lainnya.

“Sekarang saya selalu memperhitungkan waktu yang tepat untuk memulai menanam. Ada musim-musimnya sesuai yang telah diperhitungkan, agar dapat harga jual yang bagus nantinya,” katanya.

Melalui pendampingan, manfaat lainnya yang didapat Misnan, dapat memperhitungkan musim dan kebiasaan permintaan pasar. Misalnya, ia rutin menanam varietas semangka 2 hingga 3 bulan sebelum bulan puasa ramadan tiba.

“Alasannya sederhana, saat bulan puasa permintaan buah semangka tinggi dengan harga yang relatif tinggi pula,” ujarnya.

“Seperti saat ini, di pasaran harga cabai merah turun. Sekarang tanaman saya masih muda. Insyaallah kalau perhitungan kalender tanam saya tidak meleset, ketika panen nanti harga jualnya bagus,” kata Misnan lagi.

Penjelasan rinci dan rasional, Misnan itupun sontak mendapatkan apresiasi dari Pj Bupati. Menurutnya, Misnan salah satu petani yang cermat serta cerdas.

“Nah ini petani cerdas itu begini. Pintar membaca pasar, tahu kapan waktu-waktu yang bagus untuk menanam, agar hasilnya maksimal,” ucap Asra memuji.

Ia menyebut, meski Aceh Tamiang bukan daerah produsen utama cabai merah, namun Asra yakin dalam skala tertentu, produksi cabai merah lokal nantinya dapat turut menjaga kestabilan harga dan pasokan komoditi pedas di daerah ini.

Menurutnya, usaha budidaya pertanian sebenarnya salah satu alternatif yang bisa diterapkan dalam menekan angka pengangguran secara luas, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang.

“Sebenarnya angka pengangguran mudah dituntaskan melalui usaha budidaya pertanian. Syaratnya cuma satu, mau dan tidak malas,” tegas Asra.

Ia menilai, kebutuhan pangan akan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, ini menjadi alasan dan peluang paling besar kenapa pengangguran bisa dientaskan lewat pertanian.

“Pelatihan, bantuan prasarana dan saprodi tidak akan berguna dan menjadi percuma bila penerima tidak memanfaatkannya secara optimal untuk berusaha,” ujarnya.

Foto: Zulfitra/GPriority