Jakarta, GPriority.co.id – Lagi dan lagi, China selangkah lebih maju. Kali ini, negara tirai bambu itu dilaporkan memiliki teknologi senjata baru yang bisa menembak 3000 kali per menit, tanpa mesiu.
China kini dilaporkan tengah mengembangkan senjata koil elektromagnetik tanpa kapasitor. Senjata ini dapat menembakkan hingga 3000 proyektil per menit, dengan baterai lithium-ion serta kontrol menggunakan AI.
Senjata ini dikembangkan di Universitas Teknik Angkatan Darat PLA, dengan menggunakan 20 koil tembaga yang waktunya diatur secara presisi dengan sakelar semikonduktor berbasi AI. Fungsinya, mempercepat proyektil baja tanpa mesiu, serta untuk menghasilkan tembakan senyap yang berkelanjutan.
Memiliki perbedaan dengan model koil yang sebelumnya ada dan terbatas untuk pengendalian massa, prototipe terbaru ini dirancang untuk kebutuhan militer dengan konfigurasi bullpup, sistem pendingin yang canggih, dan juga tanpa adanya kilatan cahaya.
Diprediksi, jika senjata ini cocok untuk digunakan pada operasi rahasia, juga dapat diintegrasikan dengan drone dan menara tembak.

Jika nantinya senjata ini dikembangkan oleh pemerintah China, maka berpotensi besar menjadi saingan dari senjata api konvensional. Inovasi baru ini juga dapat menjadikan China sebagai negara pelopor dalam teknologi persenjataan elektromagnetik.
Sebagai informasi, senjata ini muncul beberapa tahun setelah senjata koil China lainnya, CS/LW21 , diluncurkan pada tahun 2023 lalu.
Dikutip dari South China Morning Post, selama pengujian, senjata ini dilaporkan menembakkan hingga 3.000 peluru per menit (rpm), jauh melampaui senjata api tradisional. Bahkan juga lebih tinggi daripada senjata api konvensional seperti AK-47, yang menembakkan sekitar 600 rpm.
Hebatnya, senjata ini juga memiliki keunggulan berupa tembakan senyap, tidak ada kilatan moncong, dan daya mematikan yang dapat disesuaikan.
Foto : Dok. South China Morning Post
