Tercatat 11 Jurnalis Palestina Gugur dalam Serangan Udara Israel ke Gaza

Jakarta, GPriority.co.id – Serangan udara Israel ke jalur Gaza menewaskan kurangnya 11 orang jurnalis Palestina. Dalam invasi ini Israel terus berlanjut memberi serangan balasan ke Palestina setelah sempat diberhentikan sementara pada Senin (16/10).

Tercatat 11 jurnalis tewas dalam serangan di Gaza. Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) pada Jum’at (14/10) mengungkapkan bahwa yang diketahui seorang Videografer Reuters tewas dalam penembakan Israel ke Lebanon Selatan dan dua Jurnalis dari TV Aljazirah terluka parah.

“Dalam 7 hari pertama pertempuran, sedikitnya 11 jurnalis tewas, dua hilang dan dua lainnya luka-luka. Sembilan jurnalis Palestina dipastikan meninggal, satu jurnalis Israel dipastikan tewas dan satu lagi dilaporkan hilang,” ujar pernyataan CPJ, dilaporkan Anadolu Agency.

Israel menyerang Jalur Gaza sejak Sabtu pekan lalu (7/10), serangan tersebut dilakukan untuk membalas serangan Hamas terhadap negaranya itu. Serangan Hamas pekan lalu menewaskan setidaknya lebih dari 1.400 warga sipil Israel dan diantaranya merupakan warga negara asing (WNA).

Sementara itu serangan balik Israel ke jalur Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Palestina, serangan itu menewaskan sekitar 2.750 warga Palestina, sekitar lebih dari 700 orang diantaranya anak-anak. Tercatat sekitar 9.700 warga lainnya luka-luka.

CPJ mengatakan jurnalis di Gaza menghadapi risiko tinggi ketika meliput di tengah konflik serangan yang sedang berlangsung. CPJ menekankan bahwa jurnalis adalah warga sipil yang melakukan pekerjaan penting selama masa krisis dan tidak boleh menjadi sasaran pihak-pihak yang bertikai.

“Wartawan melakukan pengorbanan besar di seluruh wilayah untuk meliput konflik penting ini. Langkah-langkah untuk memastikan keselamatan mereka harus diambil oleh semua pihak untuk menghentikan jumlah korban jiwa yang mematikan dan besar ini,” ujar Sherif Mansour, koordinator program CPJ di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Foto : Suaraislam.id