Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah berencana membangun 10 kampus Universitas Republik Indonesia (URI) di berbagai wilayah sebagai bagian dari upaya menyiapkan calon pemimpin dan pejabat publik masa depan.
Kehadiran URI disebut bukan sekadar proyek pembangunan kampus baru, melainkan bagian dari pembentukan ekosistem pendidikan untuk memperkuat kepemimpinan, karakter, serta wawasan kebangsaan.
Mengutip dari berbagai sumber, URI diproyeksikan menjadi lembaga pendidikan yang menyiapkan sumber daya manusia untuk menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik. Program pendidikan URI disebut telah mulai berjalan meski pembangunan fisik kampus masih dalam tahap persiapan.
URI dipimpin oleh Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) Donny Ermawan Taufanto yang ditunjuk sebagai Gubernur URI. Rencana pembangunan 10 kampus tersebut menjadi bagian dari pengembangan pendidikan kepemimpinan yang akan dijalankan secara bertahap.
Konsep URI disebut terinspirasi dari model pendidikan di Prancis, khususnya École Nationale d’Administration (ENA). Lembaga tersebut dikenal sebagai sekolah yang menyiapkan calon pejabat dan pemimpin pemerintahan. Sejumlah tokoh politik Prancis pernah menempuh pendidikan di lembaga tersebut.
Namun, URI disebut tidak berdiri sendiri. Sistem pendidikan yang dikembangkan dirancang untuk terhubung dengan berbagai institusi dan pendidikan kedinasan yang telah ada. Dengan demikian, URI tidak hanya berfungsi sebagai perguruan tinggi baru, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun jalur pendidikan kepemimpinan yang lebih terintegrasi.
Keberadaan URI juga berbeda dengan sejumlah lembaga pendidikan kedinasan, seperti Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Akademi Militer (Akmil), maupun Universitas Pertahanan (Unhan).
PKN STAN berfokus pada pendidikan di bidang keuangan negara dan menyiapkan sumber daya manusia untuk kebutuhan pengelolaan keuangan pemerintahan. Sementara itu, IPDN berorientasi pada pendidikan kepamongprajaan dan pemerintahan dalam negeri.
Akmil memiliki fokus pada pembentukan calon perwira TNI Angkatan Darat melalui pendidikan kemiliteran. Adapun Unhan merupakan perguruan tinggi yang mengembangkan pendidikan dan kajian di bidang pertahanan serta bela negara.
Berbeda dari lembaga-lembaga tersebut, URI dirancang dengan cakupan yang lebih luas dalam membentuk calon pemimpin dan pejabat publik melalui penguatan kepemimpinan, wawasan kenegaraan, karakter, serta kemampuan lintas sektor.
Meski demikian, konsep, kurikulum, mekanisme penerimaan peserta didik, hingga hubungan kelembagaan URI dengan sekolah kedinasan lain masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dari pemerintah.
Rencana pembangunan 10 kampus URI pun diharapkan dapat memperkuat kualitas aparatur dan kepemimpinan nasional tanpa menimbulkan tumpang tindih dengan institusi pendidikan yang telah berjalan.
