Jakarta, GPriority.co.id – Peristiwa kebakaran gedung kantor Terra Drone Indonesia pada Selasa (9/10) lalu membawa luka mendalam bagi keluarga korban yang ditinggalkan. Kini, publik pun dibuat penasaran dengan profil perusahaan penyedia layanan drone tersebut.
Dilansir dari laman resminya, Terra Drone Indonesia merupakan salah satu pemain utama dalam teknologi drone pada berbagai sektor, seperti perkebunan sawit, pertanian, hingga peternakan.
Perusahaan tersebut menekankan bahwa drone berperan penting dalam pemetaan, survei, hingga pengambilan keputusan dengan berbasis data. Menggunakan citra udara beresolusi tinggi, drone juga berperan membantu percepatan dan efisiensi penanaman, pemanenan, serta pengelolaan aset. Oleh sebab itum drone telah menjadi standar operasional harian di banyak perusahaan besar seperti Eagle High Plantations, Sinarmas, Widodo Makmur Perkasa, serta Perhutani.
Masih dikutip dari laman resminya, Terra Drone Indonesia menawarkan berbagai produk mulai dari Terra Agri dan Terra Topo yang menyediakan solusi end-to-end mulai dari survei topografi, penilaian risiko banjir, kesehatan tanaman, irigasi, deteksi hama, serta pemantauan kebakaran hutan.
Perusahaan tersebut menggunakan berbagai jenis drone mulai dari merek bersam seperti DJI, Raybe, Quantum Systems, serta C-Astral Aerospace. Mempunyai layanan yang luas, perusahaan tersebut diketahui seringkali memberikan edukasi ke publik lewat webinar yang membahas masa depan drone pada industri agrikultur.
Jika anda melewatkannya, sebelumnya BPBD DKI Jakarta melaporkan peristiwa kebakaran di Gedung Terra Drone, Cempaka Baru, Kemayoran, yang menewaskan 22 orang. Dari total 76 pegawai yang berada di lokasi, 54 korban selamat dan langsung mendapat pertolongan medis di tempat.
Sementara itu, jenazah korban terdiri dari tujuh laki-laki dan 15 perempuan. Setelah dievakuasi, kantnong jenazah dibawa ke RS Polri Kramatjati. BPBD juga telah merilis daftar identitas para korban yang meninggal, berdasarkan kategori lantai tempat mereka bekerja.
Dugaan menyebut, kebakaran dipicu oleh baterai yang berada di lantai satu. Meski sempat dipadamkan karyawan, namun api kembali muncul dan menyebar cepat di area gudang penyimpanan.
Saat kejadian, sebagian pegawai dilaporkan sedang istirahat di lantai dua hingga lantai enam. Sehingga, asap tebal pun naik dan menjangkau hingga ke seluruh lantai. Api yang membesar dan asap yang dengan cepat menyebar menyebabkan tingginya jumlah korban dalam peristiwa tragis tersebut.
