Thailand Terapkan Sekolah Online Usai COVID-19 Tembus 65 Ribu Kasus

Thailand Terapkan Sekolah Online Usai COVID-19 Tembus 65 Ribu Kasus Thailand Terapkan Sekolah Online Usai COVID-19 Tembus 65 Ribu Kasus

Jakarta, GPriority.co.id – Belakangan, kasus COVID-19 kembali menguat. Di negara Asia sendiri, COVID-19 sampai saat ini dilaporkan telah mencapai hingga 65 ribu kasus di Thailand. Oleh karena itu, Pemerintah Thailand kembali menerapkan sekolah online.

Dilansir melalui sebuah laporan pada Kamis (5/6), jika ditotal, lonjakan kasus COVID-19 di Thailand pada akhir Mei 2025, mencapai 65.880 kasus baru. Sementara itu, tercatat tiga kematian selama periode 25–31 Mei.

Merespon hal tersebut, Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand, Somsak Thapsuthin mengatakan, kendati puncak penularan telah terlewati, masyarakat diminta untuk tetap selalu waspada, terutama bagi mereka yang masuk golongan kelompok berisiko tinggi. Masyarakat Thailand diimbau untuk tetap mengenakan masker dan menjaga kebersihan.

Dalam laporan yang sama dikatakan jika salah satu sekolah di Thailand yang terkena dampak COVID-19 adalah Bangkaew Demonstration School di Provinsi Samut Prakan.

Sekolah tersebut bahkan harus menutup kegiatan belajar mengajar selama tiga hari dari 4 hingga 6 Juni besok, setelah terjadi peningkatan kasus COVID-19 di kalangan siswa.

Selama masa penutupan tersebut, para siswa diwajibkan untuk mengikuti pembelajaran secara daring (online), serta mengerjakan tugas dari rumah.

Rencananya, Bangkaew Demonstration School akan kembali melanjutkan pembelajaran tatap muka pada 9 Juni 2025 mendatang. Pihak sekolah tersebut juga mengimbau seluruh warga sekolah untuk dapat disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Sebagai informasi, dilansir dari laman Otoritas kesehatan di Hong Kong dan Singapura, terdapat lonjakan kasus COVID-19 terbaru. Hal ini disebut sebagai gelombang baru penyebaran virus di Asia.

Di Hong Kong, aktivitas virus dikabarkan meningkat dengan persentase sampel positif tertinggi dalam setahun, yang diperparah dengan lonjakan kasus dan kematian.

Peningkatannya juga terdeteksi dari jumlah virus dalam air limbah, konsultasi medis, dan rawat inap di negara tersebut.

Sementara, pemerintah Singapura mencatat kenaikan kasus COVID-19 sebesar 28 persen dan peningkatan rawat inap harian sekitar 30 persen dalam sepekan hingga 3 Mei 2025 lalu.

Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) telat mengeluarkan Surat Edaran Waspada COVID-19, beberapa waktu lalu. Terbaru, Kemenkes RI juga menemukan 72 kasus COVID-19 dari varian baru di Tanah Air. Melalui laman Sehat Negeriku, Kemenkes mengimbau agar masyarakat Indonesia dapat terus menerapkan protokol kesehatan dasar seperti menggunakan masker serta rajin mencuci tangan.

Foto : Dok. NHS Thailand