Indonesia-Vietnam Sepakati Rencana Aksi Kemitraan Strategis Komprehensif

Pertemuan Menlu RI Sugiono dengan Menlu Vietnam Lê Hoài Trung pada Selasa (14/7)/Foto : Dok. GPriority (Nindya Farhah Azzahrah) Pertemuan Menlu RI Sugiono dengan Menlu Vietnam Lê Hoài Trung pada Selasa (14/7)/Foto : Dok. GPriority (Nindya Farhah Azzahrah)

Jakarta, GPriority.co.id – Indonesia dan Vietnam resmi memperkuat hubungan bilateral melalui penandatanganan Plan of Action for the Implementation of the Comprehensive Strategic Partnership dalam agenda Joint Commission on Bilateral Cooperation (JCBC) ke-6 yang berlangsung di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa (14/7).

Dokumen tersebut ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Vietnam Lê Hoài Trung sebagai pedoman utama pelaksanaan Kemitraan Strategis Komprehensif kedua negara selama lima tahun ke depan.

Dalam pernyataan pers bersama, Sugiono mengatakan Indonesia dan Vietnam merupakan dua ekonomi paling dinamis di Asia Tenggara yang memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan kawasan.

“Indonesia dan Vietnam adalah dua ekonomi paling dinamis di Asia Tenggara dengan potensi besar untuk terus berkontribusi terhadap pertumbuhan dan ketahanan kawasan,” ujar Sugiono.

Ia menegaskan, sebagai sesama anggota ASEAN, kedua negara memiliki visi yang sama untuk mewujudkan kawasan yang damai, stabil, tangguh, dan sejahtera. Menurutnya, masa depan hubungan Indonesia-Vietnam tidak dibangun melalui persaingan, melainkan kemitraan yang saling melengkapi.

“Kami meyakini masa depan hubungan bilateral bukan terletak pada persaingan, melainkan kemitraan. Dengan memanfaatkan keunggulan masing-masing, kita akan mendorong inovasi, memperdalam kerja sama, dan menciptakan kemakmuran bersama bagi kedua bangsa,” katanya.

Sugiono menjelaskan peningkatan status hubungan menjadi Comprehensive Strategic Partnership pada tahun lalu telah membuka fondasi baru yang lebih kuat. Melalui pertemuan JCBC kali ini, kedua negara berhasil menerjemahkan komitmen tersebut menjadi langkah nyata.

Menurutnya, Indonesia dan Vietnam telah menggelar pembahasan yang luas mengenai implementasi kemitraan strategis komprehensif dan menyepakati rencana aksi sebagai kerangka utama kerja sama bilateral selama lima tahun mendatang.

Di bidang politik dan keamanan, kedua negara menyambut kemajuan implementasi pengaturan teknis terkait Perjanjian Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Selain itu, Indonesia dan Vietnam juga menegaskan kembali komitmen memperkuat kerja sama pertahanan, keamanan maritim, pemberantasan Illegal, Unreported and Unregulated Fishing (IUUF), serta penanggulangan kejahatan lintas negara, termasuk penyalahgunaan narkotika dan psikotropika.

Pada sektor ekonomi, Sugiono menegaskan kedua negara tetap berkomitmen mencapai target perdagangan bilateral sebesar USD18 miliar pada 2028. Untuk mewujudkannya, Indonesia dan Vietnam sepakat memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi sekaligus menghapus berbagai hambatan yang selama ini dihadapi pelaku usaha di kedua negara.

“Kami juga membahas potensi kerja sama yang lebih erat di berbagai sektor, termasuk pertanian, ilmu pengetahuan dan teknologi, rantai pasok, khususnya teknologi maju kendaraan listrik, serta ekonomi digital,” ujar Sugiono.

Selain itu, kedua menteri turut bertukar pandangan mengenai perkembangan regional dan global serta kembali menegaskan pentingnya persatuan ASEAN sebagai fondasi terciptanya kawasan yang stabil, damai, dan makmur.

Sugiono pun berharap komunikasi intensif antarkedua negara tidak hanya berlangsung melalui forum JCBC, tetapi juga melalui berbagai kunjungan dan kerja sama yang lebih erat di masa mendatang.