Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan masih ada ketersediaan anggaran untuk percepatan penanganan dan pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Hingga kini, kata Purbaya, pemerintah telah menyalurkan dana darurat senilai Rp268 miliar kepada tiga provinsi dan 52 kabupaten/kota terdampak bencana di wilayah Sumatra.
“Kami sudah melakukan percepatan penyaluran dana darurat, ini perintah Presiden. Total dananya Rp268 miliar untuk tiga provinsi dan 52 kabupaten/kota terdampak. Program Presiden sebesar Rp4 miliar per kabupaten/kota dan Rp20 miliar per provinsi itu sudah dicairkan seluruhnya,” ujar Purbarya, Selasa (30/12).
Dana darurat tersebut dimanfaatkan untuk mendukung penanganan awal bencana, menjaga kelangsungan layanan publik, serta mempercepat pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak.
Selain itu, Menkeu mengungkapkan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp1,4 triliun pada 18 Desember lalu. Dari jumlah tersebut, Rp650 miliar diusulkan khusus untuk penanganan bencana di wilayah Sumatra.
Hingga saat ini, dana siap pakai yang masih tersedia mencapai Rp1,51 triliun dan dapat segera dicairkan setelah proses administrasi diselesaikan.
“Sekarang masih ada sisa dana siap pakai Rp1,51 triliun. Kalau hari ini atau besok BNPB menyelesaikan proses administrasinya, besok bisa cair. Uangnya ada, tinggal dipercepat,” tegasnya.
Purbaya menekankan pentingnya percepatan proses administrasi agar anggaran dapat segera dimanfaatkan di lapangan dan tidak menghambat upaya pemulihan masyarakat terdampak bencana.
Ia berharap percepatan penyaluran dana darurat dan dana siap pakai tersebut mampu mempercepat pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat secara lebih terkoordinasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak.
