Jakarta, GPriority.co.id– Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia melaporkan permintaan terhadap ruang perkantoran meningkat pada 2024, terutama ruang yang berkualitas lebih tinggi dan berada di kawasan Central Business District. Berdasarkan transaksi pasar sepanjang 2024, ruang di bawah seribu meter persegi mendominasi sekitar 85 persen.
Head of Office Leasing Advisory JLL Angela Wibawa mengatakan secara umum, harga sewa gedung grade A (termasuk premium) di kawasan Central Business District mengalami kenaikan sebesar satu persen pada triwulan keempat. Hal ini melanjutkan tren positif dari triwulan sebelumnya, meskipun tetap mengalami tekanan sepanjang 2024 sebesar minus 1,1 persen.
“Kami juga mengamati bahwa tren yang terjadi menunjukkan beberapa perusahaan lebih mencari ruang perkantoran yang siap digunakan dengan harga yang tetap terjangkau,” kata Angela berdasarkan data JLL, Kamis (6/2).
Angela menyebut sektor yang terpantau cukup aktif pada 2024 yakni teknologi, sumber daya alam dan manufaktur. Selain itu, pihaknya mengamati masih ada perusahaan yang menerapkan strategi penghematan biaya, sementara beberapa perusahaan sudah mulai kembali menerapkan kebijakan 100 persen kembali ke kantor sehingga ada peningkatan permintaan ruang perkantoran.

Sementara itu Head of Research JLL Yunus Karim menambahkan grade A di Kawasan Central Business District secara tahunan meningkat 17 persen pada 2024. Secara umum sepanjang 2024, rata-rata tingkat hunian perkantoran di kawasan Central Business District stabil 70 persen.
Menurutnya tingkat hunian gedung grade premium mengalami peningkatan dikarenakan tren perpindahan menuju gedung yang lebih baru dengan kualitas yang lebih baik.
“Penyerapan ruang perkantoran Grade A di CBD secara tahunan terpantau meningkat sekitar 17 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara di daerah non-CBD, rata-rata tingkat hunian juga masih stabil angka 71 persen pada akhir 2024,” ujar Yunus.
Yunus menjelaskan terdapat satu pusat perbelanjaan baru yang diluncurkan pada penghujung 2024, yaitu Mal Puri Indah 2 yang merupakan perluasan dari Mal Puri Indah. Adapun komposisi penyewa yang sesuai dengan target pasar dan penerapan konsep yang tepat menjadi perhatian bagi pemilik pusat perbelanjaan untuk mempertahankan dan meningkatkan jumlah pengunjung.
“Saat ini telah terlihat beberapa pusat perbelanjaan, khususnya segmen menengah ke atas, yang melakukan pergantian konsep dan juga penyewa untuk mengikuti perkembangan tren. Penyewa yang terlihat aktif dalam satu tahun terakhir berasal dari sektor variety stores dan luxury beauty,” jelas Yunus.
Kendati demikian, menurut Yunus, aktivitas pasar kondominium Jakarta pada 2024 mengalami perlambatan dibandingkan 2023. Adapun penurunan penjualan kondominium disebabkan oleh sebagian besar pembeli yang masih melakukan wait-and-see selama tahun pemilu.
“Triwulan keempat ini tidak melihat adanya peluncuran kondominium baru, dengan seluruh tahun hanya mencatat dua proyek baru yaitu Two Sudirman yang berlokasi di kawasan CBD dan satu menara baru dari LRT City Tebet,” kata Yunus.
“Terdapat juga dua proyek yang telah selesai dibangun yaitu BRANZ Mega Kuningan dan The Newton 2 yang berlokasi di daerah Kuningan,” tambah Yunus.
