Jakarta, GPriority.co.id – Membangun rumah impian sendiri tanpa jasa konsultan atau kontraktor memiliki kekurangan atau kelebihan tersendiri. Apa yang harus diperhatikan? Yuk kita simak.
Sebagai catatan banyak hal yang harus di pilih dan pilah ketika hendak membangun atau merenovasi rumah. Kita bisa menggunakan jasa konsultan dengan menyesuaikan bujet dan kebutuhan dalam merencanakan rumah tinggal.
Ada yang hanya sebatas design dengan hasil gambar denah, tampak depan, samping dan belakang. Ada juga paket komplit dari design hingga rencana anggaran biaya (RAB), bahkan beberapa konsultan menawarkan kontraktor untuk membangun.
Sederhananya, semua dikembalikan ke owner selaku pemilik rumah untuk menggunakan jasa konsultan dan kontraktor sesuai anggaran yang tersedia.
Berikut sepuluh hal yang jangan dilupakan jika ingin membangun rumah tanpa menggunakan jasa konsultan dan kontraktor :
1. Pasang keramik dinding tak pakai adu manis
Adu manis adalah teknik pemasangan material yang membuat kedua tepian material bertemu tanpa tumpang tindih sehingga hasilnya terlihat rapi dan cantik.
2. Penempatan pemipaan untuk AC, water heater sesuai layout ruang
Sering sekali kita mengabaikan hal-hal kecil padahal penting dan fatal akibatnya jika terlupakan. Berharap hemat yang terjadi sebaliknya karena harus bobok dinding untuk memasang pipa-pipa seperti ac dikamar dan water heater dikamar mandi.
3. Penempatan jaringan listrik, wifi, cctv sesuai layout ruang
Perhatikan lebih detail lagi untuk jaringan listrik yang terbagi-bagi mulai dari colokan, steker, wifi dan cctv. Biasanya satu ruangan bisa lebih dari satu steker dan satu colokon. Menyesuaikan Dimana letak televisi, meja kerja, dan sebagainya. Untuk cctv sebaiknya peletakan lebih tinggi hampir mendekati plafon.
4. Membedakan ketinggian kamar mandi, carport, dapur dan ruang lain
Untuk lantai, harus ada perbedaan ketinggian atau split level. Seperti antara ruang luar harus lebih rendah dari ruang dalam dan kamar mandi harus lebih rendah dari ruangan lain. Dengan besaran ketinggian sesuai kondisi ruangan atau sesuai keinginan.
5. Saluran air bersih di teras, taman dan carport
Menghindari selang air yang panjang salah satunya adalah menempatkan keran air bersih di teras, taman atau carport. Penempatan keran dilokasi ini digunakan untuk membersihkan lantai di area teras, menyiram tanaman dan mencuci kendaraan.
6. Tali air pada kanopi beton
Fungsi tali air tidak hanya digunakan untuk menjaga dinding dari kerusakan akibat air dapat digunakan sebagai pengganti lis pada beton mau pun material lainnya. Tali air di kanopi sendiri berfungsi sebagai tempat mengalirnya air yang jatuh dari badan kanopi agar tidak langsung mengalir ke semua bibir kanopi.
7. Tangga menuju toren
Akses ini sering tak terfikirkan. Padahal ketika terjadi gangguan pada toren atau kerusakan atap, tangga menuju atap sangatlah penting.
8. Kemiringan lantai
Ini biasanya terjadi di lantai kamar mandi, tukang bangunan kurang cermat memperhitungankan kemiringan lantai yang berakibat air dikamar mandi menggenang. Lantai kamar mandi harus miring dengan kemiringan minimal 1-2% menuju drainase. Perhitungannya setiap 1 meter ada perbedaan ketinggian lantai 1-2 cm. Kemiringan menjadikan air mengalir lancar ke drainase.
9. Bak kontrol
Bak kontrol berfungsi memudahkan pemeliharaan pada saluran perpipaan apabila terjadi penyumbatan. Jika terjadi penyumbat sampah dan juga berguna sebagai jalan masuk untuk membersihkan saluran air.
10. Floor drain di balkon
Pada area balkon yang letaknya diatas, floor drain atau pembuangan air sering kali teringat hujan turun dan tampias dan dapat berakibat menggenangnya air di balkon. Hal ini akan menimbulkan kerusakan pada plafon di lantai bawah akibat air yang menggenangi balkon turun melalui sela-sela nat keramik balkon.
Foto : GPriority
