Jakarta, Gpriority.co.id – Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) akan memperoleh beberapa unit pesawat tempur T-50i pada tahun 2025. TNI AU sendiri akan fokus terus memodernisasi alutsistanya.
Berbicara dalam Sambung Rasa Kasau dengan Pemimpin Redaksi (Pemred) media massa bertema “Sinergi TNI AU dan Media Massa untuk Mewujudkan TNI AU AMPUH melalui Modernisasi Alutsista Guna Mendukung Program Strategis Nasional Menuju Visi Indonesia Emas 2045” di Auditorium I.G Dewanto, Mabesau, Jakarta, Senin (30/12), Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., mengungkapkan pada tahun 2025, TNI AU akan kedatangan beberapa unit pesawat tempur T-50i.
Kasau sendiri tidak menjelaskan berapa unit pesawat yang akan datang pada periode 2025-2026 mendatang. “Saya sudah melihat sendiri ke KAI, bagus sekali dan ini sudah kita gunakan juga pesawat ini, dan kita akan mendapatkan lagi mulai dari kedatangannya di tahun 2025-2026,” ujarnya.
Sebagai informasi, TNI AU sebelumnya telah memiliki 16 unit pesawat tempur T-50i ke Indonesia pada periode 2011-2014. Pesawat ini ditempatkan di Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, Jawa Timur.
Lebih lanjut dijelaskan jika pihaknya fokus untuk memodernisasi alutsista seperti halnya pengadaan pesawat tempur Rafale, pesawat angkut C-130J Hercules, dan radar G400, guna memperkuat pertahanan udara nasional. “Kami memastikan kesiapan operasional yang adaptif dan relevan dengan tantangan zaman,” tukasnya.
Pada kesempatan itu juga Kasau turut mengenalkan kebijakan Perisai Trisula Nusantara dan konsep Air Blanket Policy sebagai langkah strategis dalam menghadapi ancaman kompleks secara terintegrasi.
Disamping fokus pertahanan TNI AU pun berkontribusi pada program ketahanan pangan nasional dengan mengelola lahan di beberapa Lanud, termasuk 650 hektar di Lanud Sukani, Majalengka dan 6,5 hektar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta dan beberapa Lanud lainnya.
Disampaikan pula kesiapan Tujuh Lanud di Pulau Jawa untuk dijadikan proyek percontohan (pilot project) untuk mendukung program makan siang bergizi pemerintah. Kasau berharap sinergi dengan media dapat memperkuat kesadaran publik terhadap transformasi TNI AU menuju visi Indonesia Emas 2045.
Foto : TNI AU
