Together for Palestine, Suara dari Selebritis dan Tokoh Dunia, Hasilkan 33 Miliar Lebih

London, Gpriority.co.id – Tokoh dan selebritis dunia menyuarakan keprihatinan mereka atas genosida terhadap Palestina dalam sebuah konser bertajuk Together for Palestine. Konser ini menghasilkan dana 33 miliar lebih yang akan didonasikan ke Palestina.

Konser yang berlangsung di OVO Arena Wembley, London, Inggris pada 17 September itu digagas oleh Brian Eno. Pria bernama lengkap Brian Peter George Eno itu adalah musisi asal Inggris, komposer, produser rekaman, penyanyi, penulis, dan seniman visual.

“Saya berharap konser malam ini akan memberikan dampak yang sama menggembirakannya seperti konser Nelson Mandela tahun 1988 – dan memberi orang keberanian untuk berbicara tentang Gaza,” ujar Brian.

Sejumlah selebritis dan tokoh dunia seperti Benedict Cumberbatch, Richard Gere, Florence Pugh, Riz Ahmed, dan Nicola Coughlan.Francesca Albanese, hingga Eric Cantona menyatakan solidaritasnya dalam panggung Together for Palestine.

“Diam ditengah penderitaan bukanlah sikap netral, itu adalah bentuk keterlibatan. Tekanlah pemerintah, gunakan suara kalian. Jika bukan sekarang kapan lagi,” ujar Florence Pugh, aktris Inggris.

Sementara rekannya, Benedict Cumberbatch menyebut, “Di tanah ini ada alasan untuk hidup. Untuk ibu yang menunggu anaknya pulang, untuk roti yang hangat, untuk tanah yang subur dan untuk wajah yang penuh harapan. Tanah ini adalah ibu dari semua permulaan, dan ibu dari semua akhir.

Mantan pemain timnas Prancis dan legenda Manchester United, Eric Cantona ikut menyuarakan betapa tidak adilnya FIFA dan UEFA. “Setelah Rusia menginvasi Ukraina, FIFA dan UEFA langsung menangguhkan Rusia. Kini sudah 716 hari sejak apa yang disebut Amnesty Internasional sebagai genosida dan Israel masih diizinkan berpartisipasi. Mengapa ada standar ganda?.”

Francesca Albanese mantan UN Special Rapporteur yang juga pengacara HAM dalam panggung itu menegaskan, “Lebih dari 65 ribu warga Gaza telah dibunuh Israel, 20 ribu diantaranya anak-anak. Banyak yang mengatakan jika angka itu sesungguhnya jauh lebih mengerikan.”

Adapun Mehdi Hasant, Jurnalis Amerika memuji para Jurnalis Palestina. “Jurnalis di Palestina adalah yang terbaik dari kita. Mereka telah menunjukan pada dunia bahwa mereka tidak bisa menghancurkan kebenaran dengan bom,” ucapnya.

Konser yang melibatkan seniman dan tokoh dunia ini dihadiri lebih dari 12.500 penonton dan ditayangkan langsung ke seluruh dunia. Dari konser itu terhimpun dana Rp 33 miliar lebih dan menjadikannya sebagai salah satu ajang penggalangan dana terbesar untuk Palestina di dunia hiburan internasional.

Hasil donasi akan disalurkan ke organisasi yang dipimpin Palestina semisal Taawon, Palestine Children’s Relief Fund, dan Palestine Medical Relief Service. Menariknya sluruh tiket habis terjual hanya dalam hitungan jam sejak dibuka tujuh minggu sebelum acara.

Foto : Istimewa