Jakarta, GPriority.co.id – Desa Wisata Malangga, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah masih menjaga berbagai warisan budaya tradisionalnya. Tidak heran kampung ini menjadi sangat menarik hingga mampu masuk dalam daftar 50 besar ADWI 2022.
Desa Malangga dinobatkan menjadi desa wisata karena memilik keunikan tersendiri, yaitu atap rumah penduduk di desa ini dapat dibuka dan ditutup. Masyarakat setempat menyebutnya dengan Rumah Langko.
Sebagian besar rumah penduduk di Desa Malangga menggunakan sistem rumah Langko. Rumah Langko berfungsi untuk meletakkan hasil bumi di plavon rumah agar cahaya matahari bisa langsung mengeringkan hasil bumi tadi tanpa harus menjemurnya di halaman rumah.
Mayoritas penduduk Desa Malangga memang diketahui bermata pencaharian sebagai petani cengkeh, coklat dan kelapa. Oleh karena itu mereka membutuhkan tempat luas yang banyak terkena sinar matahari untuk menjemur hasil panen.
Rumah Langko disebut-sebut sudah dikembangkan warga sejak tahun 1980. Pembuatan rumah semacam ini disebabkan karena Desa Malangga berada di kaki gunung sehingga memiliki curah hujan tinggi.
Karena kondisi ini, warga pun menginisiasi pembuatan atap rumah yang bisa terbuka untuk menjemur hasil bumi. Penjemuran hasil bumi di Rumah Langko oleh warga dianggap lebih efisian karena lebih cepat dan tanpa perlu diawasi dengan ketat.
Penjemuran juga bisa dilakukan siang dan malam. Pada waktu siang atap rumah akan dibuka, begitu pula pada malam hari, hasil bumi masih dalam kondisi terjemur karena masih terdapat panas.
Selain Rumah Langko, di sekitar Desa Wisata Malangga ini juga terdapat pembuatan gula merah dan minyak kelapa kampung yang diolah oleh warga desa secara tradisional. Terdapat juga tradisi upacara adat panen dan tradisi sumpit yang masih terjaga dan dilaksanakan setiap tahun di desa ini.
Bagi wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan alamnya, bisa mengunjungi Air Terjun Malane yang dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat selama kurang lebih 10 menit dari pusat desa. Kemudian berjalan kaki kurang lebih 10 menit untuk tiba di pusat air terjun. (Vn)
